3000 Lebih Notaris Telah Paham Akad-Akad Syariah

Pengwil Ikatan Notaris Sulawesi Selatan Gandeng Iqtishad Consultant gelar Training Notaris Bank Syariah di Makassar

Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Iqtishad Consulting Lembaga Pendidikan dan Training Bank Syariah  menggelar Training Nasional  Notaris Bank Syariah di Hotel Claro Makassar, Minggu, 28 April 2019, ini adalah pelatihan angkatan 337

Acara tersebut akan berjalan selama dua hari yakni tanggal 28-29 April 2019 sebagai side event Kongres Ikatan Notaris Indonesia ke 23 yg berlangsung di Hotel yang sama pada tanggal 30 April – 1 Mei 2019.

Ketua Pengwil INI, Hustam Husain, yang memberi sambutan mengatakan bahwa notaris harus memiliki kompetensi akad akad syariah tidak saja level 1 tapi juga level 2 dan 3 bahkan level 4.

Ke depan Pengwil INI akan menggelar Training level 2 dan 3 dengan menggandeng Iqtishad Consulting sebagai realisasi MoU yang ditandatangani tahun lalu antara Iqtishad Consulting dengan Pengwil Ikatan Notaris Sulawesi Selatan

Perkembangan bisnis syariah begitu cepat harus diikuti notaris agar bisa mengimbangi ilmu bankir syariah dibilang akad akad bisnis syariah

Agustianto Mingka selaku Presiden Direktur Iqtishad Consulting  menyampaikan sambutan dan keynote speech mengatakan bahwa acara Training dan Workshop Nasional Notaris Perbankan Syariah tentang Aspek Legal dan Penyusunan Kontrak-Kontrak pada Produk Bank Syariah, kerjasama dengan Pengwil Ikatan Notaris Indonesia Sulawesi Selatan.

“Industri keuangan syariah saat ini telah membesar menjadi Rp 6.000 triliun lebih, Kenyataan ini membutuhkan jasa-jasa notaris baik pembuatan akta maupun pengikatan jaminannya,” ungkap Agustianto yang juga merupakan ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI).

Lebih lanjut dia mengatakan Perkembangan keuangan syariah yang bergerak dengan cepat yang assetnya kini sudah Rp 478 triliun membutuhkan para notaris yang berkompeten membuat akta syariah dan pengikatan jaminannya. Aset Industri Keuangan Non Bank syariah lebih dari Rp 117 triliun. Tegasnya perbankan syariah  di Indonesia membutuhkan notaris yang memahami  dengan baik konsep – konsep syariah dan penerapannya di praktik perbankan.

Industri keuangan syariah saat ini membesar menjadi Rp 6.000 triliun lebih Click To Tweet

Sementara itu, pembicara Agnes Nova Randomis SH,M.Kn, Notaris bank syariah yang menjadi master of training dan narasumber pada forum tersebut,  Notaris menduduki posisi yang sangat penting dalam industri perbankan syariah, karena notaris berperan dalam pembuatan akta-akta kontrak-kontrak produk perbankan syariah dan pengikatan jaminan (khususnya HT dan Fiducia).

“Kontrak-kontrak produk-produk perbankan syariah berbasis syariah compliance harus dipahami oleh notaris perbankan syariah, seperti perjanjian murabahah, musyarakah, mudharabah, ijarah, ijarah muntahiyah bit tamlik (IMBT), musyarakah mutanaqishah, pembiayaan take over syariah, refinancing syariah, masalah jaminan syariah, dan anatomi akta-akta syariah”, kata Agnes menuturkan.

Menurut Agnes Nova, keharusan notaris memiliki kompetensi pembuatan perjanjian-perjanjian syariah, adalah hasil Rekomendasi  Annual Meeting Dewan Syariah Nasional  MUI, Desember 2014 di Jakarta.

Sementara itu, dalam ceramahnya Agustianto yang juga merupakan Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat menjelaskan, Iqtishad Consulting Jakarta sudah mengelar training sebanyak 336 Angkatan, termasuk memberi sertifikat (men-training) 3000 notaris yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sertifikat Pelatihan Iqtishad Consulting diakui Industri perbankan syariah di Indonesia Click To Tweet

Sertifikat Pelatihan  Iqtishad Consulting Jakarta, sangat diakui oleh semua Industri perbankan syariah di Indonesia, termasuk sertifikat ulang (penyegaran dan upgrading) bagi notaris yang sudah tiga tahun tidak mengikuti training bank syariah.

Pengakuan ini sangat logis karena para petinggi dan praktisi perbankan syariah sendiri di-training oleh Iqtishad Consulting Jakarta.

“Pengurus inti dan Narasumber Iqtishad Consulting adalah pakar-pakar yang sangat berkompeten di bidang legal perbankan syariah. Mereka juga adalah figur-figur penting yang menduduki posisi strategis di organisasi-organisasi nasional dan assosiasi ekonomi syariah nomor wahid di Indonesia,” kata Agustianto menjelaskan.

Menurutnya Pelatihan tersebut akan memberikan pemahaman dan pengetahuan aplikatif tentang pembuatan kontrak-kontrak produk perbankan syariah kontemporer berdasarkan fatwa DSN-MUI.

More Stories
BNI Syariah Gelar Nobar Film Iqro: My Universe