Meskipun penduduk Indonesia adalah Muslim terbesar di dunia. Ironisnya sekitar 58 persen tidak bisa membaca Al Quran. Cinta Quran bertekad membebaskan umat Muslim buta aksara Al Quran.

“Meski mayoritas Muslim, tapi 58 persen buta aksara Al Quran. Bahkan di Nanggroe Aceh, lebih dari 65 persen tidak bisa baca Al Quran. Ini sangat memprihatinkan,” kata Fatih, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/10). Baca: Amazing Muharram Bidik Pengalangan Dana Rp 350 Juta.
Berdasarkan keprihatian tersebut, kata Fatin, kemudian Cinta Quran menghasilkan karya berupa metode pembelajaran Al Quran di Cinta Quran. Yakni training metode tahrir yaitu metode yang bisa membantu orang tidak bisa Al Quran dan tidak bisa mengenal huruf, dalam satu hari training bisa baca Al Quran.
“Alhamdulilah setelah itu, Cinta Quran terus berinovasi menemukan lagi metode baru yaitu Tikror adalah metode supercepat dan mudah terjemaah Al Quran. Jadi lebih jleb, sudah bisa baca Al Quran dan ngerti artinya,” kata Fatih.
Saat ini, lanjut dia, Cinta Quran menargetkan 10 ribu Muslimah di 10 kota di Indonesia bisa membaca Al Quran. Namun, hingga September 2015 ini baru 5 ribu Muslimah yang sudah diajarkan membaca Al Quran. Saat ini, Cinta Quran masih ada PR target 5 ribu Muslimah lagi.
Lalu kenapa fokus Muslimah?”Muslimah itu pilar negara, kalau Muslimahnya runtuh, dunia akan runtuh. Makanya kita fokus besarnya adalah Muslimah yang diselematkan. Karena dari rahim Muslimah itulah, lahir generasi-generasi sholeh,” ujarnya. Baca: Amazing Muharram, Bebaskan 10 Ribu Muslimah Buta Aksara Quran.
Para Muslimat tersebutlah, lanjut dia, yang akan nanti didaulat mengajarkan kepada anak-anak mereka mengaji dan ilmu agama. Sehingga generasi muda tersebut menjadi pondasi negara yang kuat berbudi pekerti berlandasan syariah.

