7 Hikmah Ibadah dari Syekh Jalaluddin Rumi

Pernah dengan Syekh Jalaluddin Rumi? Ya Beliau adalah salah satu cendekiwan Muslim yang lebih dikenal sebagai alhi tasawuf dan penyair sufi. Rumi   lahir di Balkh (sekarang Samarkand) pada tanggal 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah, atau tanggal 30 September 1207 Masehi. Ayahnya masih keturunan Abu Bakar, bernama Bahauddin Walad. Sedang ibunya berasal dari keluarga kerajaan Khwarazm.

Ayah Rumi seorang cendekia yang saleh, ia mampu berpandangan ke depan, seorang guru yang terkenal di Balkh. Tahun 1244 M, Rumi bertemu dengan syekh spiritual lain, Syamsuddin dari Tabriz, yang mengubahnya menjadi sempurna dalam ilmu tasawuf. Setelah Syamsuddi wafat, Rumi kemudian bertemu dengan Husamuddin Ghalabi, dan mengilhaminya untuk menulisakan pengalaman spiritualnya dalam karyanya monumentalnya Matsnawi-ye Ma’nawi. Ia mendiktekan karyanya tersebut kepada Husamuddin sampai akhir hanyatnya pada tahun 1273 M.

Nah, Rumi punya 7 nasehat hikmah beribadah. Jadi, kalau kita merasa ada yang kurang dalma beribadah, ikuti 7 nasehat ini, inshaAllah kita mendapat hikmahnya dan bisa beribadah dengan lebih baik.

Apa saja nasehat Rumi? Yuk kita mulai daftarnya:

  1. Dalam hal kedermawanan dan menolong orang, jadilah seperti sungai.

Biarkan mengalir memberi manfaat tak henti-henti dan tanpa mengharap kembali

  1. Dalam kasih sayang dan berkah, jadilah seperti matahari.

Berilah kehangatan kepada siapa saja meski tidak diucapkan terima kasih

  1. Dalam menutupi aib orang lain, jadilah seperti malam.

Tutupi semua aib dan rahasia orang rapat-rapat, tanpa pernah membocorkannya

  1. Dalam keadaan marah dan murka, jadilah seperti orang mati.

Diamlah, jangan lakukan apa pun, agar tidak menimbulkan kesalahan dan menyesal kemudian. Marah2 adalah permulaan gila yang berakhir penyesalan

  1. Dalam hal kesederhanaan dan kerendah hatian, jadilah seperti bumi.

Selalu rendah hatilah seperti bumi yang menempatkan diri di bawah dan meninggikan yang lain

  1. Dalam hal toleransi, jadilah seperti laut.

Berlapang dada seluas-luasnya dan siap menampung pandangan-pandangan yang berbeda dengan tetap berpegang teguh dengan keyakinan.

  1. Tampillah seperti diri sejatimu, atau jadilah seperti tampilanmu…

Jangan pura-pura, berbuatlah setulus hati karna kebaikan perlu keikhlasan.

Nah, catat link atau simpan video ini, mungkin suatus saat Kamu akan memerlukannya untuk kembali menyemangatimu beribadah. Dna tentu saja, selamat melaksanakan ibadah dalam bentuk apapun.

More Stories
Wanita pembawa anjing
Wanita Pembawa Anjing ke Mesjid Dilaporkan atas Kasus Penganiayaan