MS. Ka'ban (berbatik hitam putih ketiga dari kiri) pada Muzakarah Ulama dan Tokoh untuk Kepemimpinan DKI Jakarta, di Masjid Al-Azhar, Jakarta, Kamis (11/8).foto:MySharing.

7 Kesepakatan Piagam Rakyat Jakarta untuk Gubernur Muslim

Dalam muzakarah ulama ditetapkan tujuh kesepakatan dalam memperjuangkan  gubernur Muslim Jakarta. Apa saja?

Sejumlah ulama, tokoh partai politik dan masyarakat menggelar muzakarah untuk kepemimpinan DKI Jakarta di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, Kamis (11/8).

Dalam muzakarah tersebut, mereka bersepakat untuk memperjuangkan Gubernur Muslim di Jakarta. Selain itu mereka juga mengeluarkan Piagam Rakyat Jakarta.

Dalam Piagam Rakyat Jakarta  yang dibacakan oleh Ustad Muhammad al Khaththath,  tertuang tekad dan kesepakatan mereka untuk :

Pertama, akan terus menerus berikhtiar mewujudkan persatuan dan kesatuan umat Islam dalam menghadapi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta tahun 2017 yang tengah menghadapi ujian berat dari musuh musuh Allah.

Kedua, mengembalikan kepemimpinan Muslim di kota Jakarta dalam upaya mewujudkan Jakarta yang diberkahi Allah, Jakarta yang bersih dari Korupsi, Jakarta yang santun, beradab dan berakhlakul karimah.

Ketiga, mendorong Partai Politik peserta pemilu untuk mendaftarkan calon Gubernur DKI Jakarta yang berasal dari aspirasi umat Islam yaitu : a. Adhiyaksa Dault b. Sandiaga Uno c. Sjafrie Sjamsuddin d. Yusril Ihza Mahendra e. Yusuf Mansur;

Keempat, siap memenangkan pasangan calon Gubernur yang santun, berakhlakul karimah, jujur, bersih, beradab dan berpihak pada rakyat miskin.

Kelima, menyerukan kepada partai politik untuk tidak mencalonkan gubernur yang kinerjanya buruk, ucapannya kotor, kelakuannya kasar dan memusuhi rakyat serta membela pemilik modal yang merusak kehidupan berbangsa dan bernegara;

Keenam, mengecam Partai Politik yang mencalonkan Gubernur yang kinerjanya buruk, ucapannya kotor, kelakuannya kasar dan memusuhi rakyat serta membela pemilik modal yang merusak kehidupan berbangsa dan bernegara;

Cagub DKI harus santun, berakhlak, jujur, bersih, beradab, dan berpihak pada rakyat miskin Click To Tweet

Terakhir ketujuh, yakni menyerukan kepada rakyat Jakarta untuk memboikot partai politik yang mencalonkan Gubernur yang kinerjanya buruk, ucapannya kotor, kelakuannya kasar dan memusuhi rakyat serta membela pemilik modal yang merusak kehidupan berbangsa dan bernegara.

More Stories
Masri Sitanggang: “Moral adalah Fundamental Penting dalam Membangun Negara!”