George Toisutta

8 Fakta Menarik George Toisutta

Dari antara delapan fakta menarik George Toisutta adalah, Almarhum tidak suka merokok dan suka bersedekah Jumat dan Ramadhan.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purn) George Toisutta meninggal dunia pada Rabu (12/6/2019) sekitar pukul 05.25 WIB di, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. “Benar, mantan KSAD Jenderal Purn TNI George Toisutta meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Chandra Wijaya, di Jakarta, Rabu, seperti dikutip Antara (12/6).

George Toisutta terbaring sakit di RSPAD Gatot Soebroto karena kanker usus yang dideritanya. Dia meninggal pada usia 66 tahun.

Siapa George Toisutta? Dari berbagai sumber didapatkan beberapa cerita tentang salah satu prajurit terbaik bangsa ini.

  1. KASAD di Era SBY

Jenderal TNI (Purn.) George Toisutta lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 1 Juni 1953. Ia adalah seorang purnawirawan TNI Angkatan Darat.

George lulus dari Akademi Militer, Magelang, pada tahun 1976.Pada 9 November 2009, George Toisutta dilantik sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pengangkatan ini seklaigus menggantikan Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo pada posisi KASAD. Jabaran ini diembannya sejak 29 November 2009 hingga 30 Juni 2011.

Sebelum menjadi KASAD, George Toisutta adalah Panglima Kostrad periode 2007-2009, juga di era pemerintahan SBY, menggantikan Erwin Sudjono pada posisi tersebut.

  1. Komisaris Utama OSO Group

Kiprahnya di dunia bisnis sebenarnya tidak banyak yang terekam ke publik. Dari antaranya yang berskala besar, pada awal 2012, George Toisutta  diangkat sebagai komisaris utama OSO Group milik Oesman Sapta Odang. OSO Group bergerak di bidang percetakan, pertambangan, air mineral, properti, perkebunan, perikanan, transportasi, komunikasi, keuangan, dan perhotelan.

  1. TentaraTulen

Di dunia militer, George Toisutta merangkak karirnya dari bawah. Berikut daftar karir militernya:

AKABRI (1976)
Sussarcabif (1977)
Sussar PARA (1977)
Raider (1980)
Airborne (1980)
Susstafpur (1987)
Seskoad (1992)
Sesko ABRI (1997)
KRA-XXXIV Lemhannas (2001)
Danton 1/C Yonif 741 BS/Kodam IX Udayana
Danton Bant C Yonif 741 BS/Kodam IX Udayana
Dankipan C Yonif 741 BS/Kodam IX Udayana
Dankipan B Yonif 744 SYB/Kodam IX Udayana
Pasi-2 Ops Yonif 741 BS/Kodam IX Udayana
Paurtiknik Sdirlitbang Pussenif
Kaurtiknik Sdirlitbang Pussenif
Kasimindik Sdirdiklat Rindam Jaya
Kasi-2 Ops Brigif 1 Jaya Sakti
Wadan Yonif 201 Jaya Yudha/Brigif 1 Jaya Sakti
Pamen Kodam Jaya (Pendidikan Seskoad)
Kasi-2 Ops Korem 141/Kodam VII Wirabuana
Danyonif Linud 700 Raider/Kodam VII Wirabuana
Dandim 1417/Korem 142/Kodam VII Wirabuana
Paset Sespri Panglima ABRI
Wadanrem 164 Wira Dharma/Kodam IX Udayana
Danrindam II Sriwijaya
Danrem 051WIjayakarta/Kodam Jaya
Danpuslatpur Kodiklatad
Kasdivif-1 Kostrad
Kasgar-1 Kodam Jaya
Kasdam Jaya
Pangkoops TNI Di Aceh
Panglima Divisi-1/Kostrad
Pangdam XVII/Trikora
Pangdam III/Siliwangi
Panglima Kostrad

  1. Timses Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014

George Toisutta mendukung pasangan Prabowo Subianto – Hatta Radjasa pada Pilpres 2014.

Alharhum menilai Prabowo-Hatta adalah pasangan yang ideal untuk menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia. Prabowo dianggap sebagai tokoh yang tegas, sedangkan Hatta digambarkan sebagai tokoh yang santun.

  1. Pernah Berniat Ketua Umum PSSI

George Toisutta menyatakan siap menjadi Ketua Umum PSSI pada 2011 silam. Ia mengutarakan, masyarakat yang mencalonkan dirinya adalah masyarakat pencinta sepak bola yang menginginkan adanya perbaikan dan kemajuan dalam persepakbolaan Indonesia. Toisutta berpendapat, persepakbolaan Indonesia perlu perbaikan dan perubahan ke arah yang lebih baik agar mampu meraih prestasi.

Saat itu, George Toisutta menjadi salah satu calon Ketua Umum PSSI. Geirge Toisutta saat itu bersaing dengan Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, dan pencetus Liga Primer Indonesia, Arifin Panigoro.

Kunjungan Prabowo Subianto ke Alm George Toisutta
Kunjungan Prabowo Subianto ke Alm George Toisutta, 11 Juni 2019. Foto: istimewa
  1. Teman Dekat Prabowo Subianto

Sebelum meninggal, George Toisutta sakit kanker usus dan dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Saalah satu sahabatnya yang kebetulan Capres 02 di Pemilu 2019, Prabowo Subianto mengunjunginya pada Selasa (11/6).

Dalam kunjungannya tersebut, Prabowo mendoakan George agar sehat kembali. Prabowo juga mengisahkan bahwa George adalah tentara yang cerdas, kuat, dan ahli strategi.

George Toisutta, Jenderal yang Tidak Merokok Click To Tweet
  1. Tidak Merokok

Seorang satpam di rumah Almarhum di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Warsito mengaku kerap kali diberi uang Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu setiap kali bertemu dengan George Toisutta. Namun George Toisutta selalu berpesan uangnya tidak boleh digunakan untuk membeli rokok. “Almarhum melarang orang merokok di rumahnya. Aturan itu juga berlaku ke ajudan-ajudannya. Pokoknya kalau ada yang merokok depan bapak pasti ditegur,” lata Warsito sebagaimana dilansir dari Merdeka Dot com (12/6).

  1. Suka Bersedekah Jumat dan Ramadhan

Kembali menurut Warsito, “Setiap hari Jumat dan di bulan Ramadan almarhum rutin menyumbang makanan,”. “Begitu pun Lebaran, almarhum suka memberi parsel. Terakhir Lebaran kemarin kasih 80 boks,” kata Warsito menambahkan.

More Stories
Mandiri Syariah dan Muhammadiyah Kembali Buka SBMPTMu Online