Abdul Basith
Abdul Basith saat menjadi pembicara di sebuah acara bersama Rocky Gerung. Foto: MySharing

Abdul Basith Dijebak? Begini Klarifikasi Kuasa Hukumnya

Kuasa hukum menilai pemberitaan yang tidak berimbang dan proporsional terhadap dugaan pembuatan bom molotov untuk aksi mujahid 212, akhir bulan lalu.

Dalam siaran persnya yang diterima MySharing, Sabtu (5/10), kuasa hukum Abdul Basith mengatakan, “Bahwa sehubungan dengan penangkapan dan penahanan Abdul Basith oleh penyidik Polda Metro Jaya pada tanggal 28 September 2019, kami Kuasa Hukum Abdul Basith dari Majelis Hukum dan Ham PP Muhammadiyah perlu menyampaikan beberapa hal terkait proses hukum yang berjalan”.

Kuasa hukum menilai, penyampaian ini penting karena pemberitaan di media cenderung tidak berimbang dan proporsional yang merugikan pribadi klien kuasa hukum dan masyarakat luas yang membaca berita-berita yang tersebar di berbagai media.

Poin-poin yang disampaikan sebagai berikut:

1. Bahwa kuasa hukum menghormati dan menghargai proses hukum yang sedang dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

2. Bahwa pada proses hukum yang berjalan, kuasa hukum telah melakukan langkah-langkah hukum untuk pembelaan diri kliennya, termasuk meminta proses hukum dilakukan dengan melibatkan kuasa hukum.

3. Bahwa kuasa hukum sudah menemui kliennya di Polda Metro dimana Abdul Basith telah bercerita kepada Tim penasihat hukum terkait tuduhan atau sangkaan yang dialamatkan kepada kliennya.

4. Bahwa sampai hari ini, penyidik baru memberikan Surat Penangkapan dan Surat Penahanan, sedangkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Surat Penggeledahan beserta Berita Acara Penggeledahan, dan Surat Penyitaan beserta Berita Acara Penyitaan belum diberikan kepada kuasa hukum meskipun sudah diminta. Surat tersebut hak dari kliennya dan keluarganya yang wajib dipenuhi penyidik sebagaimana diatur Hukum Acara Pidana (KUHAP).

5. Bahwa menurut penuturan kliennya, yang mengarsiteki dan mendanai serta menginisiasi hal-hal yang dituduhkan, bukanlah kliennya melainkan beberapa orang ‘terpandang’.

6. Bahwa kuasa hukum heran dan kaget dengan narasi yang beredar dan terbangun di media, klien kuasa hukum seolah menjadi aktor utama, inisiator, dan penyandang dana kasus yang dituduhkan.

7. Bahwa kuasa hukum berharap penyidik Polda Metro memberikan hak-hak tersangka sebagaimana dimaksud di atas dan menyidik kasus ini secara utuh.

8. Bahwa kuasa hukum berharap penyidik dapat mengusut kasus ini secara profesional sesuai dengab prinsip due process of law dan tidak memberatkan kliennya.

9. Bahwa dengan proses hukum yang adil, profesional, dan transparan, kliennya kelak dapat didakwa dan diadili sesuai dengan derajat kesalahannya dan tidak didakwa dengan perbuatan yang sesungguhnya tidak pernah dilakukan.

Kuasa hukum mohon masyarakat tidak memercayai begitu saja berita seputar Abdul Basith Click To Tweet

10. Kuasa hukum menyayangkan adanya berita, foto dan video yang berkaitan dg klien kami di media sosial yang diedarkan oleh akun-akun media sosial yang selama ini punya reputasi sebagai pengedar berita, foto dan video yang tidak jelas kebenarannya dan tendensius. Kuasa hukum mohon peredaran itu dihentikan dan masyarakat tidak mempercayai begitu saja berita, foto dan video tersebut.

Kuasa Hukum Abdul Basith atas nama Gufroni, SH., MH. dengan nomor telepon 0857-1415-8130.

More Stories
Seminar Akuntansi Syariah Hybrid Contracts