Aceh Larang Hura-Hura Perayaan Tahun Baru

Pedagang dilarang menjual petasan. Warga diimbau rayakan tahun baru sesuai Syariat Islam.

Pemerintah Kota Banda Aceh menerbitkan dua peraturan terkait perayaan tahun baru di kota tersebut.  Dua surat imbauan dari Walikota Banda Aceh tersebut mulai viral di media sosial, termasuk aplikasi percakapan seperti Whatsapp.

Dalam Surat Imbauan Walikota Banda Aceh bernomor 003/01210 bertanggal 11 Desember 2017, Walikota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, SE, Ak, MM mengimbau kepada para pedagang di wilayah Kota Banda Aceh.  Berikut isi imbauannya:

Sehubungan dengan seruan bersama dari Forum Komunikasi PImpinan Daerah (FORKOMPIMDA) Kota Banda Aceh dalam rangka memasuki Tahun Baru maeshi 1 Januari 2018, di mana warga masyarakat Kota Banda Aceh diminta untuk tidak merayakan dengan hura-hura dan bertentangan dengan norma agama Islam, adat istiadat, kebiasaan dan etika masyarakat Aceh.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka kami mengimbau kepada seluruh pedagang di Kota Banda Aceh untuk tidak memperjual belikan petasan, kembang api dan sejenisnya. Apabila didapati pedagang yang tidak mengindahkan himbauan ini, maa barang dagangan akan disita oleh petugas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh.

Sedangkan di surat imbauan kedua, bernomor 451/01209, bertanggal sama, ditujukan ke pengelola Restoran dan Café dalam wilayah Kota Banda Aceh, diimbau larangan tahun baru yang tidak sesuai dengan Syariat Islam. Berikut isi imbauannya:

Bahwa sesuai dengan ketentuan UU No.44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimaewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh dan UU No.11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh beserta Perda/ Qanun Pelaksanaan Syariat Islam, merupakan dasar hukum yang kuat bagi Pemerintah Kota Banda Aceh untuk wajib dan bertanggung jawab atas penyelenggaraan pelaksanaan Syariat islam di Kota Banda Aceh.

Sehubungan dengan hal dimaksud dan berdasarkan pengalaman malam tahun baru sebelumnya serta tingginya tuntutan yang berkembang dalam masyarakat untuk mencegah terjadinya aktifitas atau kegiatan perayaan tahun baru yang bertentangan dengan pelaksanaan syariat Islam di Kota Banda Aceh, dipandang perlu untuk melakukan sosialisasi sekaligus dukungan serta kerjasama berbagai pihak untuk dapat mengantisipasi penyelenggaraan kegiatan perayaan tahun baru Masehi 2018 yang tidak sesuai dengan Syariat Islam.

Aceh larang pedagang menjual petasan di tahun baru Click To Tweet

Berdasarkan hal tersebut di atas, dimintakan perhatian serius saudara terhadap hal-hal sebagai berikut:

  1. Setiap orang yang bertempat tinggal atau berada di Kota Banda Aceh, wajib untuk menjaga dan menghormati pelaksanaan syariat Islam di Kota Banda Aceh;
  2. Tidak memfasilitasi kegitan/ event/ pagelaran yang bertentangan atau tidak sesuai dengan syariat Islam seperti pertunjukan musik, pembakaran kembang api/ mercon/ lini atau kegiatan keramaian lainnya di malam tahun baru yang dapat melukai perasaan mayoritas umat Islam yang mendambakan pelaksanaan syariat Islam di kota ini;
  3. Tidak memfasilitasi pemasangan umbul-umbul, baliho dan spanduk ucapan selamat taun baru 2018 pada bangunan dan fasilitas tempat usaha.

More Stories
Bank NTB Syariah Raih Prestasi di Ajang Top BUMD Awards 2020