Ary Ginanjar imbau Aksi 22 Mei sebagai Aksi Silaturahim

Pakar Pembangunan Karakter, Ary Ginanjar Agustian ikut memberikan tanggapan terkait aksi 22 Mei besok. Ary menilai, Bulan Ramadhan diisi dengan dan silaturahim.

Itulah sebabnya, dia mengusulkan justru aksi tersebut menjadi tali penyambung persaudaraan antara pendukung 01 dengan pendukung 02 yang selama ini memanas.

“Jadi jangan diorientasikan akan ribut, akan rusuh. Kita harus merubah mindset. Jika bertemu saudara sebangsa dan setanah air, peluk dan rangkul,” ujar dia saat ditemui di Menara 165, Jalan TB Simatupang, Kav. 1, Cilandak Timur, Jakarta Selatan.

Ini tidak mudah, tetapi kita harus mengubah niat dan menghargai Ramadhan. Ary Ginanjar yang dikenal sebagai sosok motivator di Indonesia ini juga menginginkan aksi besok menjadi ajang tabayun. Aksi 22 bisa berjalan damai dan bisa menjadi penghapus prasangka negatif antara setiap pendukung paslon pemilu.

“Kita jadikan sebagai tempat klarifikasi, jadikan Ramadhan sebagai penyambung kasih sayang, bukan untuk saling serang,” kata dia.

Ary Ginanjar yang juga tokoh di balik pasukan Asmaul Husna 411 dan 212 tersebut mengatakan, negeri ini ibarat sebuah periuk nasi. Jika semua orang merasa paling pantas memegang periuk nasi tersebut, maka periuk tersebut kemungkinan akan tumpah.

“Ketika tumpah, apakah semuanya akan senang? Justru nasi tumpah dan menjadi kotor, sehingga semua orang tidak bisa makan, khususnya anak-anak kita. Dan mengorbankan NKRI yang kita jaga selama 73 tahun,” ujar dia.

Pimpinan Forum Komunikasi Alumni ESQ ini berharap, kedamaian terus bergelora di setiap insan yang akan bergerak menuju Jakarta pada 22 Mei esok. Terlalu mahal jika sesama anak bangsa harus ribut hanya karena hasil pemilu.

“Kita doakan, siapa pun yang terpilih bisa membawa bangsa ini menuju kebangkitan Indonesia Emas,” pungkas dia.

More Stories
Seorang perempuan Muslim Indonesia dalam demonstrasi 22 Mei 2019, menolak pemilu curang di Jakarta . Foto: MySharing
Kebangkitan Islam Indonesia