Bahayanya Bitcoin

Bitcoin bisa membahayakan, jika berinvestasi kepadanya tanpa pemahaman. Sedangkan jika ditilik dari sisi syariah, elemen haramnya sudah ada, yaitu unsur spekulasi.

Maraknya BitCoin di masyarakat saat ini menjadi perhatian juga bagi pengamat ekonomi syariah dari Center for Islamic Studies, Finance, Economics, and Development (CISFED), Farouk Abdullah Alwyni, MA, MBA, ACSI. Farouk yang menjabat Ketua Dewan Pembina CISFED ini sejatinya adalah pelaku industri ekonomi syariah sejak lama. Ia pernah bekerja di Islamic Development Bank (IDB), menjabat Direktur al Ijarah Indonesia Finance, dan salah satu Direktur Bank Muamalat Indonesia (BMI).

Menurut Farouk, BitCoin bisa berbahaya jika kita tidak paham risikonya lalu berinvestasi di sana. Di sini saja, sudah menyalahi salah satu prinsip dalam keuangan syariah, yaitu ketidakpastian atau gharar. “Kalau dia tidak memahami kan jadinya gharar. Dia hanya mengikuti apa-apa yang orang lakukan tanpa mengetahui risiko Bitcoin itu sendiri”, kata Farouk kepada MySharing, Jumat (19/1).

Seorang investor harus mengetahui risiko ketika berinvestasi pad BitCoin. Lebih lagi, menurut Farouk, BitCoin secara esensi tidak ada yang tangguh. Karena, ini seperti mata uang komunitas, diciptakan melalui komputer tanpa ada yang mendasari nilainya.

Oleh karena, itu, “Pemahaman akan sangat dibutuhkan, jangan sekadar ikut-ikutan. Jangan sampai harganya bubble, lalu pada waktunya jatuhm masyarakat akan banyak dirugikan”, kata Farouk menegaskan.

Secara syariah, Farouk mengakui tidak berhak menerbitkan fatwa syariah atau tidak. Namun, ia menjelaskan, bahwa secara umum ada dua pendapat dikalangan sarjana ekonomi syariah dunia. Ada yang membolehkan dengan alasan agar mendemokratisasi mata uang, ada yang melarang dengan alasan, sebuah mata uang harus ada jaminannya. Tapi masalah kesyariahan ini perlu dikaji kembali, elemen haramnya ada, karena naik turun harganya, meskipun, naik turun harga juga terjadi pada mata uang biasa. “Dari naik turun itu saja sudah maysir, tapi untuk men-judge ini halal atau haram, saya kira kita harus studi lebih jauh lagi”, kata Farouk menegaskan.

More Stories
BNI Syariah Fasilitasi RS Haji Jakarta Produk Bank Syariah