Direktur Utama BNI Syariah - Abdullah Firman Wibowo didampingi jajaran direksi lainnya berfoto usai Paparan Kinerja BNI Syariah Triwulan IV 2018 di Jakarta (14/2).

BNI Syariah Catat Pertumbuhan Kinerja Positif Selama 2018

Kinerja BNI Syariah tahun 2018 mengalami pertumbuhan yang positif. Per Desember 2018, Laba bersih mencapai Rp416,08 Miliar atau naik 35,67 persen dibanding  tahun 2017.

Menurut Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, kenaikan laba tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan, peningkatan fee based, dan rasio dana murah yang optimal.

Hal tersebut terungkap saat Pemaparan Kinerja BNI Syariah Triwulan IV tahun 2018 bertempat di Kantor Pusat BNI Syariah, Rasuna Said, Jakarta, (14/2). Hadir dalam kesempatan ini Direktur Utama BNI Syariah – Abdullah Firman Wibowo, Direktur Bisnis SME dan Komersial – Dhias Widhiyati; Direktur Kepatuhan dan Risiko – Tribuana Tunggadewi; Direktur Keuangan dan Operasional – Wahyu Avianto, serta SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan – Iwan Abdi.

Firman memaparkan, per Desember 2018, aset BNI Syariah mencapai Rp41,05 Triliun atau tumbuh sebesar 17,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi bisnis khususnya penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah mencapai Rp 35,50 Triliun atau tumbuh 20,82% dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari 3 juta. Komposisi DPK tersebut didominasi oleh dana murah (Giro dan Tabungan) yang mencapai 55,82%. Komposisi dana murah ini juga meningkat jika dibanding tahun sebelumnya (51,60%).

Lebih lanjut dijelaskan Firman, dari sisi penyaluran dana, BNI Syariah telah menyalurkan Pembiayaan sebesar Rp28,30 Triliun atau naik 19,93%. Komposisi Pembiayaan tahun 2018 disumbang oleh segmen Konsumer sebesar Rp13,92 Triliun (49,17%), diikuti segmen Komersial Rp7,00 Triliun (24,74%), segmen Kecil dan Menengah sebesar Rp5,97 Triliun (21,09%), segmen Mikro Rp1,08 Triliun (3,82%), dan Hasanah Card Rp332,69 Miliar (1,18%).  Dalam menyalurkan pembiayaan BNI Syariah juga terus menjaga kualitas pembiayaan, dimana pada tahun 2018 berhasil menjaga rasio Non Performing Financing (NPF) dibawah 3% yaitu sebesar 2,93%.

“Pencapaian tersebut merupakan wujud nyata kepercayaan masyarakat terhadap BNI Syariah juga hasil kinerja dan doa seluruh insan hasanah yang terus berkarya untuk BNI Syariah. Hal ini ditunjang oleh komitmen BNI Syariah untuk memberikan kontribusi maksimal dalam pertumbuhan ekonomi syariah, salah satunya dengan berperan aktif dalam pengembangan halal ecosystem,” ungkap Firman.

 

 

 

 

 

 

More Stories
Mandiri Syariah Tembus Aset Rp 100 Triliun Triwulan II 2019