Tanri Abeng. Foto: Detik Finance

BUMRA akan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 8%

BUMRA dinilai akan mampu menciptakan stabilitas dan penyebaran pendapatan.

Mantan Menteri BUMN Tanri Abeng mencetuskan ide pembentukan badan usaha milik rakyat (BUMRA) sebagai alat bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk dapat bersaing dengan perusahaan besar. Menurutnya, UMKM yang tergabung di badan usaha tersebut akan menjadi faktor dominan di suatu negara seperti Indonesia, yang basis usahanya sebagian besar bergerak di pengelolaan sumber daya alam seperti sektor perikanan dan pertanian.

“Melalui BUMRA, pelaku UMKM akan menjadi kekuatan baru dalam menciptakan kekayaan bagi bangsa. Struktur BUMRA akan menjadikan UMKM sebagai perusahaan dengan skala besar, asetnya produktif, menjadi lembaga yang bankable, sangat kompetitif dan bisa bermain di level of playing field yang sama dengan pelaku ekonomi lainnya,” ujarnya di World Islamic Economic Forum ke-12, Kamis (4/8).

Ia mengemukakan, efek dari BUMRA akan menciptakan pertumbuhan yang besar. Dengan UMKM yang berada di bagian bawah piramida ekonomi, maka akan mampu membantu dalam mengentaskan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan di waktu yang sama mempersempit kesenjangan ketidaksetaraan yang kini menjadi masalah bagi negara berkembang.

“Dengan UMKM yang datang dari bagian bawah piramida ini akan menciptakan stabilitas dan peluang untuk menghentikan urbanisasi. Ketika kita mampu membuat struktur UMKM menjadi korporasi, mereka akan bisa memproduksi dan distribusi, serta pendapatannya akan bertambah. Maka, Jakarta tidak akan lagi menjadi sentral perputaran uang, tapi akan tersebar ke desa,” papar Tanri.

Agar BUMRA bisa terealisasi, tambah Tanri, maka tidak cukup hanya pelaku bisnis yang berperan, tetapi juga pemerintah. “Pemerintah perlu memfasilitasi hal ini karena Indonesia akan bisa memproduksi komoditas berkualitas dengan biaya tepat, sehingga akan menciptakan produksi yang besar. Pertumbuhan ekonomi jadinya tidak hanya lima persen, tapi bisa delapan persen,” tukasnya.

Jakarta tidak akan lagi jadi sentra perputaran uang, akan tersebar ke desa Click To Tweet

More Stories
BNI Syariah Dorong  Ekosistem Halal