Ilustrasi Air 212
Ilustrasi air 212

Cara Sukses Bisnis Air 212

Pasar Air Mineral dalam Kemasan (AMDK) Muslim saat ini baru 13% di seluruh Indonesia. Ini peluang untuk agen Air 212.

Selasa pagi hingga siang kemarin, di kantor Divisi Bisnis Koperasi Syariah 212 (KS 212) diadakan sosialisasi program keagenan AMDK 212 untuk wilayah Jabodetabek. Perwakilan komunitas KS212 dari berbagai daerah di Jabodetabek datang, menunjukkan minat yang tinggi terhadap produk AMDK 212 ini. Menurut panita, dari lima yang mengonfirmasi kehadiran, ternyata 30-an lebih yang hadir.

Hadir sebagai narasumber adalah General Manager (GM) Bisnis KS212, Han Anwar dan Yudi Hermawan, konsultan bisnis KS212. Dalam pemaparannya, Han Anwar menjelaskan syarat keagenan apa saja, dan tentu saja produk dan sistem yang tersedia saat ini.

Sedangkan, dalam pemaparannya, Yudi Hermawan menjelaskan peta bisnis AMDK Nasional saat ini. Menurutnya,  meski bisnis AMDK masih menggiurkan, banyak juga yang tumbang dan itu justeru dari AMDK yang diproduksi oleh pengusaha Muslim. Oleh karena itulah, AMDK 212 digarap dengan sangat hati-hati, “Ini agar tidak tumbang seperti brand-brand Muslim sebelumnya”, kata Yudi memberi alasan.

Ia juga menjelaskan beberapa potensi dan risiko bisnis air 212 bagi para agen. Di antaranya adalah, depot air isi ulang. Menurutnya, depot air isi ulang menjadi pesaing langsung bagi agen AMDK 212. Namun sebenarnya pasarnya berbeda. Agen AMDK 212 menyasar pasar menengah dan menengah atas, serta lembaga seperti restoran, sekolah, masjid, food court, dan sebagainya.

Selain itu, dari sisi kualitas, AMDK juga lebih bagus daripada air isi ulang. Air isi ulang menggunakan teknologi seadanya sedangkan AMDK diolah di pabrik dengan teknologi canggih dan mahal.

“Kalau di AMDK, kualitas air benar-benar dijaga dan dipantau setiap hari”, kata Yudi menjelaskan. Nah, air 212 adalah AMDK, dengan standar SNI.

Karakter Bisnis AMDK
Jika Anda menganggap bisnis AMDK besarnya dari air dalam glas (cup), itu salah. Justeru, marjin dari jenis cup ini paling kecil, paling hanya Rp 500-1000 per buah. “Meman gelas itu nyaman, tinggal diedarin, dikirim, asal ada marjin, bisa dijalankan, tapi jangan membunuh diri dengan gelas, karena biaya operasionalnya tinggi”, kata Yudi menjelaskan.

Banyak air mineral Muslim tumbang karena salah strategi. Click To Tweet

Justeru, yang menarik adalah bisnis air kemasan gallon dan botol Karena marjinnya lebih besar. Meskipun, gallon juga harus dihitung. “Anda berinvestasi 1000 gallon, penjualannya harus 4000 gallon sebulan. Itu juga jangan sampai gallon hilang, bocor, dan kotor”, kata Yudi menjelaskan.

Karakteristik Bisnis AMDK menurut Yudi Hermawan:

  1. Volume besar tapi value kecil jadi operation cost harus efisien.
  2. Harus fokus pada produk yang marjinnya besar, yaitu gallon dan botol, gelas akan jalan sendiri.
  3. Karena ini produk komoditas, jadi harus cash keras jangan sampai ada debt atau fraud
  4. Hindari risiko bisnis (pecah di lapangan, gallon bocor, gallon kotor berat, yang akan menjadi beban sepenuhnya ke perusahaan/ agen).
  5. Sistem pemasaran aktif menjemput bola, langsung pada konsumen jangan hanya menunggu order dari mereka.

More Stories
Capres Prabowo Subianto
Demi Rakyat, Ini alasan Prabowo Larang Demo ke MK