Dari Ekonomi Pertanian Hingga Kelautan Syariah

Sejatinya ekonomi syariah itu luas, bukan hanya keuangan dan perbankan. Kampus ini pun akan membuka konsentrasi ekonomi dan bisnis syariah terluas.

Ajang halal bihalal dan ifthar puasa syawal yang diadakan oleh karyawan dan dosen Kampus Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia tahun ini agak berbeda. Selain bertukar cerita tentang silaturrahim lebaran di kampung masing-masing, ada sambutan-sambutan mengenai perkembangan seputar kampus.

Seperti dikisahkan oleh Kepala Bagian Humas STEI Tazkia, Rizqi Zakiya kepada MySharing, Kamis (21/6), kampus pelopor ekonomi Islam ini akan melakukan perubahan signifikan. Rencana perubahan itu disampaikan oleh Ketua STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin pada kesmepatan halal bihalal dan ifthar puasa Syawal, bahwa saat ini Kampus Tazkia sedang mengembangkan beberapa konsentrasi baru yang kelak akan berdiri sendiri menjadi program studi. Hal ini berkaitan dengan akan berubahnya badan hukum STEI Tazkia menjadi Institut Bisnis dan Manajemen Islam (IBMI) Tazkia di tahun ini.

Konsentrasi ekonomi dan bisnis syariah yang akan dibuka adalah dalam berbagai disiplin ilmu seperti pertambangan, pertahanan, pelayaran, manajemen bencana alam, rumah sakit, olahraga, perhotelan dan kelautan. Rancangan ini akan segera disahkan dalam tahun ini sehingga mahasiswa baru yang mendaftar tahun 2018/2019 akan dapat memilih konsentrasi tersebut di tahun kedua, di penghujung tahun 2019.

Konsentrasi baru tersebut di antaranya adalah ekonomi pertanian syariah yang diharapkan dapat menjawab permasalahan ummat di bidang ekonomi. Sangat miris ketika menyadari bahwa rakyat Indonesia yang hidup di negeri agraris setiap tahun kekurangan pasokan makanan.

Data yang disinyalir dari CNBC Indonesia pada 15 Maret 2018, menyebutkan bahwa impor barang konsumsi dengan nilai tertinggi selama Februari 2018 adalah gula senilai USD 94,3 juta dengan volume 228.000 ton. Nilai tersebut didominasi oleh gula dari Thailand. Mengikuti, komoditas kedelai dengan nilai USD 55,6 juta dan volume 132.427 ton, mayoritasnya berasal dari Amerika Serikat (AS). Diikuti oleh daging lembu senilai USD 22,9 juta dengan volume sebesar 7.242 ton, mayoritasnya berasal dari Australia. Tak ketinggalan, jagung senilai USD 10,7 juta dengan volume 52.490 ton, mayoritasnya berasal dari Brazil.

Rakyat Indonesia yang hidup di negeri agraris setiap tahun kekurangan pasokan makanan Click To Tweet

Dalam Kitab Al-Kasb karangan Asy-Syaibani, ulama klasik yang hidup antara tahun 132H/748M – 189H/804M, dikatakan bahwa sektor pertanian adalah sektor paling penting di sebuah negara. Karena pentingnya, sektor ini harus diberikan perhatian yang lebih karena menyangkut hajat orang banyak. Ternyata tulisan yang berusia 1200 tahun lebih ini masih sangat layak untuk direnungkan. Setelah Asy-Syaibani, lahir ulama bernama Abu Khayr yang dikenal dengan ahli botani dan pertanian dalam kitabnya Al-Filahah yang ditulis sekitar abad ke 12M.

More Stories
BCA Syariah Rayakan Hari Pelanggan Beri Paket Sanitasi ke Nasabah