Dari Pintu ke Pintu Sampai Punya Toko Sendiri

Sekilas profil nasabah koperasi syariah yang diberdayakan dengan model group lending model.

Bu Irah, setiap hari menyusuri kampung-kampung di daerah Desa Sukajaya Rt. 05 Rw. 05 Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Berjualan pakaian adalah profesinya. Memulai usaha pada 2005, berarti kini sudah lebih 13 tahun ia menjalani usaha berdagang pakaian.

Bu Irah adalah salah satu anggota KSPPS Baytul Ikhtiar (BAIK) cabang Tamansari, Kabupaten Bogor. Tepatnya, anggota center meeting Burung Pipit, koperasi syariah yang menjalankan sistem group lending model (GLM) ini . Sudah 11 tahun usahanya dijalankan, kemajuan terlihat. Dari omzet yang perpekannya Rp. 500.000 pada beberapa tahun lalu, saat ini sudah Rp. 1.500.000. Bu Irah memulai fase pemberdayaannya dengan menjadi anggota KSPPS BAIK dengan pinjaman awal sebesar Rp. 300.000. Uang segitu digunakan untuk menambal modal jualan pakaian.

Seiring waktu usaha Bu Irah terus berkembang, sampai dengan saat ini sudah 11 kali mendapatkan pembiayaan dari KSPPS BAIK. Dari 11 kali itu, 10 kali untuk modal dagang dan 1 kali untuk merenovasi rumah. Tidak sekadar meminjam, Bu Irah juga menabung di KSPPS BAIK, “Suami saya mendukung saya untuk bergabung di KSPPS BAIK karena sangat membantu untuk memajukan ekonomi keluarga saya”, kata Bu Irah kepada Tim Humas Koperasi BAIK.

“Alhamdulillah sekarang saya sudah bisa mengontrak toko, saya berikan nama Herdi Fashion, tapi tetep saya tidak juga meninggalkan apa yang dulu mengantarkan saya sampai bisa seperti ini yaitu dagang pakaian keliling seminggu tiga kali, hari Selasa, Rabu dan Minggu. Sekarang pembiayaan saya ke KSPPS BAIK sebesar Rp. 9.000.000. Untuk hadir ke center meeting saya semangat dan berusaha untuk hadir, harapan saya semoga usaha saya maju dan begitu juga KSPPS BAIK”, kata Bu Irah menegaskan. (Yachya, Koperasi BAIK)

More Stories
Investasi Emas Di Masa Covid-19, Bisa Juga Via On Line