Desakan Agar UI Memecat Ade Armando Menguat!

Hal ini bisa dilihat dari fakta bahwa petisi “Universitas Indonesia Pecat Ade Armando” menyalip petisi “PSI Desak Gubernur Anies Transparan Soal Anggaran” per Selasa (5/11) malam.

Persaingan antarpetisi adalah biasa di laman Change.org. Petisi “PSI Desak Gubernur Anies Trnasparan Soal Anggaran” yang dibuat pada Jumat (1/11) ini mendapat 11.969 dukungan per Selasa (5/11) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Petisi ini dibuat oleh William Aditya Sarana, anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta dan ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Sedangkan, petisi “Universitas Indonesia Pecat Ade Armando” dibuat oleh Nadine Olivia, netizen pada Senin (4/11) telah mencapai 16.319 pada jam dan hari yang sama. Petisi ini ditujukan kepada Universitas Indonesia dan dua penerima lainnya.

Artinya, dalam empat hari petisi “PSI Desak Gubernur Anies Transparan Soal Anggaran” baru mampu mengumpulkan 11 ribu pendukung. Sedangkan petisi “Universitas Indonesia Pecat Ade Armando” meski baru dibuat satu hari telah mampu mengumpulkan 16 ribu pendukung.

Dalam deskripsinya, petisi “PSI Desak Gubernur Anies Transparan Soal Anggaran” dijelaskan bahwa PSI secara resmi telah bersurat kepada Pemprov DKI pada 9 Agustus 2019 berisi permintaan agar dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 dibuka ke publik. Hingga kini permintaan tersebut belum dikabulkan. Padahal, akhir November, RAPBD harus disahkan.

Oleh karenanya, “Saya menuntut Gubernur Anies Baswedan menjelaskan secara langsung detail rencana belanja Jakarta secara transparan ke publik”, kata William.

Sedangkan Nadine menulis deskripsi di petisi “Universitas Indonesia Pecat Ade Armando”, Ade Armando dinilai sering membuat gaduh karena pernyataannya yang selalu menyerang tokoh-tokoh Politik maupun Ulama, bahkan sering juga memberikan pernyataan yang cukup membuat pemeluk Agama Islam merasa resah karena pernyataannya

Ade Armando dinilai sering membuat gaduh Click To Tweet

“Kami berharap ada tindakan tegas dari Universitas Indonesia terkait oknum dosen ini yang sering membuat gaduh dan  berpotensi memecah belah kerukunan umat beragama di Indonesia dan menyerang secara personal kepada tokoh politik maupun ulama”, kata Nadine.

More Stories
Asuransi Jasindo Syariah Launching Website dengan Tampilan Baru