Dua Saham Syariah Baru Kembali Masuk DES

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  baru-baru ini di Jakarta telah menetapkan dua saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai efek syariah yang akan masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES).

Kedua saham syariah baru tersebut adalah saham-saham dari perusahaan PT Yelooo Integra Datanet Tbk. dan PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk.

Landasan dari kedua saham tersebut  masuk ke dalam DES adalah berdasarkan Keputusan Nomor: KEP-65/D.04/2018 tentang Penetapan Saham PT Yelooo Integra Datanet Tbk. sebagai Efek Syariah dan Keputusan Nomor: KEP-66/D.04/2018 tentang Penetapan Saham PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk. sebagai Efek Syariah.

Adapun PT Yelooo Integra Datanet Tbk. adalah perusahaan yang bergerak di industri telekomunikasi. Ini adalah perusahaan startup yang dikenal dengan produk telekomunikasi Passpod.

Sementara itu PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk. adalah  perusahaan produsen keramik merek Kaisar.

Dengan dikeluarkannya Keputusan-Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan tersebut, maka efek-efek kedua perusahaan tersebut di atas masuk dalam Daftar Efek Syariah sebagaimana Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-24/D.04/2018 tanggal 24 Mei 2018 tentang Daftar Efek Syariah.

Dikeluarkannya Keputusan-Keputusan di atas adalah sebagai tindak lanjut dari hasil penelaahan Otoritas Jasa Keuangan terhadap pemenuhan kriteria Efek Syariah atas Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan oleh PT Yelooo Integra Datanet Tbk. dan PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk.

Secara periodik Otoritas Jasa Keuangan memang melakukan review atas Daftar Efek Syariah berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan dari Emiten atau Perusahaan Publik.

Review atas Daftar Efek Syariah juga dilakukan apabila terdapat Emiten atau Perusahaan Publik yang Pernyataan Pendaftarannya telah menjadi efektif dan memenuhi kriteria Efek Syariah atau apabila terdapat aksi korporasi, informasi, atau fakta dari Emiten atau Perusahaan Publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria Efek Syariah.

 

 

 

More Stories
Bukopin Syariah Fokus Tingkatkan CASA