Gubernur BI: “Indonesia Perlu Mempercepat Pengembangan Rantai Pasok Halal”

Gubernur Bank Indonesia (BI) – Perry  Warjiyo mengaku, bahwa dirinya merasa prihatin dengan kondisi pengembangan industri halal di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Perry Warjiyo dalam acara High Level Discussion dengan tema “Indonesia, Pusat Ekonomi Islam Dunia” yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), dan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) hari ini (25/3) di Gedung Bappenas, Menteng, Jakarta.

“Sudah lama saya merasa prihatin. Bagaimana Indonesia tertinggal jauh dari pengembangan ekonomi  halal di negara lain. Dengan Thailand, contohnya. Mereka sudah mampu menjadi eksportir 25% bumbu halal. Lalu Australia adalah eksportir daging halal terbesar di dunia. Sementara Jepang juga sudah lebih unggul dalam mengembangkan wisata dan kuliner halal. Untuk Malaysia, sudah tidak perlu disebut lagi keunggulannya. Sementara kita hanya sebagai importir dan pengguna produk halal saja,” tandas Perry panjang lebar.

Karena itu, Perry Warjiyo berharap agar semua pihak bisa melakukan sinergi dalam mempercepat pengembangan rantai pasok halal di Indonesia secara end to end process.

“Upaya-upaya tersebut perlu dibarengi dengan kampanye yang agresif dan sinergis untuk memperkenalkan produk halal sebagai gaya hidup. Misalnya penggunaan jilbab bukan hanya untuk memenuhi syariat, tapi juga untuk menjadi  cantik dan kece, halal life style,”  tandas Perry.

Perry lalu melanjutkan, Pemerintah melalui Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) berupaya meningkatkan ekonomi syariah di Indonesia  dengan membentuk badan khusus yang mengoordinasikan ekonomi syariah.

“Sudah kita kumpulkan oleh KNKS untuk membentuk program kementerian dan lembaga program untuk mengembangkan produk yang manufaktur secara halal. Halal food harus, karena kita konsumen terbesar dan sumber daya ada, tinggal proses. Berikutnya halal fashion yang potensinya sangat besar, juga halal tourism yang bisa menjadi sumber devisa, serta farmasi,” jelas Perry.

Berikutnya, jelas Perry, Pemerintah akan meningkatkan pergerakan keuangan syariah di tanah air dengan melalui sinergi bersama antara lembaga keuangan, BI, dan OJK.

“Bank Indonesia akan membuat kalender ekonomi syariah untuk lebih mempromosikan produk-produk halal, sehingga diharapkan dengan ekonomi syariah bisa mengurangi defisit negara dagang dan jasa,” demikian pungkas Perry Warjiyo, Gubernur BI.

More Stories
Poster Hayya the Movie
Hayya the Movie Official Trailer, The Spirit of Love 2