Halim Alamsyah: IAEI Sangat Mendukung Berdirinya KNKS

Ikatan Ahli Ekonomi Islam akan menyelenggarakan Silaturahmi Nasional 2017 pada 26 – 27 Juli 2017 ini di Jakarta. Apa ke arah ke depan organisasi ini dalam mendukung pengembangan industri ekonomi syariah di Tanah Air?

Wakil Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam – Halim Alamsyah saat wawancara khusus hari ini dengan media massa mengungkapkan, bahwa perhelatan akbar Silaturahmi Nasional (Silatnas) IAEI kali ini terasa istimewa, karena bersamaan dengan momen Silatnas tersebut, juga akan dilaksanakan acara peluncuran Komite Nasional Keuangan Syariah oleh Presiden R.I. – Joko Widodo.

“Silaturahmi Nasional IAEI ini akan dibarengi dengan peluncuran Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS),” jelas Halim yang juga adalah Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Halim lalu menegaskan, kalau pihak IAEI sendiri sangat mendukung dengan peluncuran KNKS tersebut. “KNKS sangat strategis, karena dengan terbentuknya komite ini, industri ekonomi syariah di Indonesia ke depannya akan bisa lebih berkembang pesat,” ujar Halim yang masih enggan membicarakan lebih jauh hal ihwal mengenai KNKS, karena menurut Halim untuk penjelasan awal mengenai KNKS hal itu menjadi domain Presiden R.I. – Joko Widodo saat momen peluncuran nanti.

Halim lalu mengungkapkan, bahwa dalam momen Silatnas IAEI kali ini akan membahas berbagai hal strategis mengenai pengembangan organisasi ini.

Halim lalu menjelaskan kepada media, bahwa saat ini pihaknya sedang berkonsentrasi untuk melakukan standarisasi kompetensi.

“Ini strategi yang kita arahkan sekarang, kita ingin menstandarisasi kompetensi. Kita sedang berupaya menciptakan suatu kurikulum yang baku. Kemudian kita juga ingin mendorong terciptanya sertifikasi ahli-ahli ekonomi Islam. Saat ini banyak sekali ahli-ahli ekonomi Islam. Hanya untuk menyatukan mereka tidak mudah. Nah, dalam wadah IAEI ini, kita ingin membangun lembaga yang mendidik dan melakukan sertifikasi. Ini adalah bagian yang penting, yaitu menciptakan ketersediaan ahli ahli ekonomi Islam,” papar Halim.

Ketersedian tenaga ahli ekonomi Islam yang mumpuni menurut Halim, adalah hal yang sangat krusial di dalam mendukung pertumbuhan industri ekonomi syariah untuk saat ini dan ke depannya. Karena dengan masih belum memadainya SDM ekonomi syariah, baik secara kuantitas maupun juga kualitasnya maka industri ini menjadi sulit untuk berkembang dengan pesat.

“Ini yang sering jadi masalah. Karena sektor riil membutuhkan tenaga ahli, namun tapi tenaga ahlinya tidak ada. Terjadi miss match antara industri dengan orang yang dianggap sudah terdidik. Nah, IAEI saya yakin memiliki kekuatan di situ,” lanjut Halim.
Kemudian strategi yang lain, lanjut Halim, adalah mendorong penelitian yang lebih aplikatif disamping tetap melaksanakan berbagai penelitian rutin gunanya mengembangkan ekonomi syariah itu sendiri.

Satu lagi, tambah Halim, adalah memperkuat sosialiasi ekonomi syariah ke masyarakat luas. “Sosialisasi kita ikut bersama-sama pemerintah, agar kegiatan pengembangan ekonomi syariah itu jangan lagi hanya bottom up,” demikian Halim Alamsyah, Wakil Ketua Umum IAEI.

Banyak ahli ekonomi Islam, cuma untuk menyatukannya tidak mudah! Click To Tweet

More Stories
Ilustrasi Jokowi
Digital Fraud, Lebih dari 20 juta Suara Jokowi-Amin Terindikasi Digelembungkan