IDI Klarifikasi “Ancaman” Tolak Menangani Pasien Covid-19

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengklarifikasi bahwa pernyataan bersama sebelumnya bukanlah ancaman.

Klarifikasi itu disampaikan kepada Ketua Dewan Pers melalui surat bertajuk klarifikasi atas pemberitaan media, surat bernomor 02855/PB/A.30/03/2020. Dalam surat klarifikasi  bertanggal 28 Maret 2020 yang ditandatangani Ketua IDI, Dr. Daeng M. Faqih, SH., MH tersebut dikaitkan dengan adanya pemberitaan media yang menyatakan adanya ancaman mogok tenaga kesehatan dengan diterbitkannya Pernyataan Bersama Organisasi Profesi (ID, PDGI, PPNU, IBI, dan IAI) yang dikeluarkan pada 27 maret.

Oleh karena itu, IDI menyampaikan penjelasan bahwa, “Tidak ada ancaman mogok oleh petugas/ tenaga kesehatan. Petugas kesehatan tetap bersama rakyat di lini terdepan untuk menolong dan merawat warga yang sakit karena virus Covid-19”, kata Dr. Daeng dalam pernyataannya.

IDI juga mengimbau kepada semua pihak untuk bekerja lebih bekerja keras dalam menangani Covid-19 termasuk membantu penyedian alat pelindun diri (APD) yang memadai bagi petugas kesehatan. Juga, mengimbau petugas kesehatan untuk lebih berhati-hati dan memastikan mematuhi SOP pemakaian APD dalam melakukan prawatan pasien Covid-19.

Sebelumnya, pada tanggal 27 Maret 2020, IDI bersama PGDI, PPNU, IBI, dan IAI mengeluarkan pernyataan bersama. Bunyi pernyataannya, “Kami meminta terjaminnya alat pelindung diri yang sesuai untuk setiap tenaga kesehatan. Bila hal ini tidak terpenuhi maka kami meminta kepada anggota profesi kami untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan penanganan pasien Covid-19 demi melindungi dan menjaga keselamatan sejawat. Karena sejawat yang tertular Covid-19, selain akan jatuh sakit, akan berdampak pada terhentinya pelayanan penanganan kepada pasien dapat menularkan kepada pasien”.

More Stories
Bank Danamon Raih Penghargaan Asia Trailblazer Award Berkat Inovasi Digital