Ijtima ulama 4

Ijtima Ulama 4 Tidak Ada Kaitannya dengan Rekonsiliasi

Digelar di Hotel Lor In Sentul, Bogor, Ijtima Ulama 4 digelar bukan karena rekonsiliasi Prabowo-Jokowi-Megawati.

Menjawab banyak pertanyaan yang biasanya disampaikan ke pihak penyelenggara Ijtima Ulama adalah apakah yang kali ini ada kaitannya dengan pertemuan Prabowo dan Megawati dan Jokowi sebelumnya.

“Keputusan untuk menyelenggarakan Ijtima ini diambil pada kamis, 11 Juli 2019, kita tahu dua hari kemudian, yaitu pada 13 Juli, terjadi pertemuan Lebak Bulus. Kami tidak memiliki kemampuan menerawang, jadi kami putuskan dulu untuk mengegla ijtima ulama, lalu terjadi rekonsiliasi,” Kata Sekjen GNPF Ulama, Edy Mulyadi dalam konferensi pers Ijtima Ulama 4 di Hotel Lor In, Sentul, Bogor.

Menurut Edy yang juga sekretaris panitia Ijtima Ulama 4, sejak Mahkamah Konstitusi (MK) memenangkan pasangan calon 01, pihaknya mengakui tidak memiliki lagi hubungan kontestasi pilpres dan pemilu atau sebagainya. “ Ini murni untuik perjuangan umat, agar dalam pengelolaan bangsa ini tidak terjadi ketidakadilan dan kedzaliman”, kata Edy menegaskan.

Sebagai penanggung jawab Ijima Ulama 4, Ketua GNPF Ulama, KH M. Yusuf Martak, menjelaskan apapun masukan dari peserta, jika termasuk soal hasil pilpres akan tentu akan dibahas dan nanti disampakan ke masyarakat, hasilnya. “Karena permasalahan pemilu bagi kamis udah selesai dengan adnaya keputusan di MK. Adapun jika ada yang menerima atau tidak, hal itu dikembalikan ke masing-masing”, kata Yusuf Martak menjelaskan.

Ijtima Ulama 4 adalah kelanjutan dari ijtima ulma 1,2, dan 3. Digelar, agar bagaimna langkah selanjutanya agar perjuangan umat ini berjalan baik dan lancer. “Intinya, agar seluruh gerakan umat adalah terstruktur dan terencana, bukan asal-asalan, tapi berdasarkan amanah ulama dan habaib. Agar semua yang kita perjuangan dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, “ Kata Yusuf Martak.

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), KH Shobri Lubis, Ijtima Ulama 4 adalah kelanjtuan dari aspirasi ulama dan habinb untuk menegakkan keadilan. “Kesempatan ini juga merupakan kelanjutan dari kesimpulan hasil ijtima 1, 2, dan 3. Hari ini akan melanjutkan pemikiran terbaru para ulama, untuk kemaslahatan bangsa dan negara”, kata Shobri Lubis.

Sedangkan menurut Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) KH. Slamet Maarif yang juga panitia acara ini, dari 34 provinsi yang diundang, 28 sudah mengonfirmasi. Yang belum mengonfirmasi hanya NTT, Bali, dan Maluku Utara. “Sampai semalam 850 orang sudah konfirmasi Insyallah 150 orang sudah hadir, sehingga insyaAllah tercapai 1000 ulama hari ini”, kata Slamet Maarif.

More Stories
Anggota MPR Fraksi Partai Gerindra, Rahayu Saraswati D Djojohadikusumo. Foto: Kompas
Konvensinya, Doa Dipimpin Laki-laki dalam Ajaran Islam