Ikuti Pemilu dan Pilih Pemimpin Sesuai Hasil Ijtima Ulama!

Karena, Pemilu 2019 menjadi ajang penting bagi rakyat Indonesia yang kebetulan mayoritas umat Islam. Oleh karena itu, Forum Umat Islam (FUI) bersama ormas-ormas Islam mengimbau umat Islam untuk mengikuti Pemilu 2019.

“Jangan Golput, jangan tidak ikut memilih”, kata Sekjen FUI, KH Muhammad Al Khaththath dalam Aksi Putihkan KPU, Jumat (1/3).

“Kita siapkan 2.000 eksemplar fatwa MUI yang ditempelkan di masjid nanti. Kita coblos sesuai fatwa MUI yang hasil Ijtimak Ulama 2018. Kalau TPS sudah putih, masjid ulama sudah putih, maka jin setan tidak berani melakukan kecurangan,” kata Al Khaththath.

FUI juga berharap pada hari pemungutan suara nantinya seluruh masjid, musala, hingga TPS putih oleh massa. “Di seluruh masjid dan musala dari Sabang sampai Merauke mari kita memutihkan seluruh TPS pada hari pencoblosan tersebut,” ujar dia sebelumnya.

Memilih juga jangan salah. Forum Umat Islam mengimbau, “Salah pilih pemimpin habis umat Islam. Oleh karena itu jangan sampai salah memilih pemimpin,” kata Al Khaththath dari atas mobil komando aksi.

Al Khattath meyakini bahwa hari coblosan pemilu itu merupakan hari kemenangan umat Islam Indonesia. Meski begitu, ia mengungkapkan mimpi kemenangan tersebut bisa saja diserobot orang.

Untuk itu, FUI mengajak ribuan peserta yang hadir untuk membacakan ikrar agar berkomitmen mengikuti dan mensukseskan pemilu bersih, jujur dan adil tanpa kecurangan.

Video Aksi (FUll)

Adapun isi ikrar tersebut, yaitu:
1. Kami umat Islam Indonesia siap mengikuti Agenda Pemilu hari Rabu tanggal 17 April 2019 dengan kesadaran penuh bahwa memiIih pemimpin dan wakil rakyat adalah kewajiban agama sesuai Fatwa MUl 2009 tentang memiIih pemimpin dalam Pemilu.
2. Kami siap mensukseskan terwujudnya Pemilu yang Bersih, Jujur, Adil, dan Tanpa Kecurangan karena bagi kami mewujudkan pemilu yang Bersih, Jujur, Adil, dan Tanpa Kecurangan adalah wajib menurut agama seperti wajibnya umat Islam memiIih pemimpin dan wakil rakyat yang beriman, bertaqwa, jujur (siddiq), terpercaya (amanah, aktif dan aspiratif (tabligh), punya kemampuan (fathonah), dan’ memperjuangkan kepentingan umat Islam sesuai Fatwa MUI 2009 tersebut.

3. Kami menolak segala bentuk kecurangan dalam pelaksanaan pemilu karena bagi kami pelaksanaan pemilu yang tidak bersih, tidak jujur, tidak adil, dan penuh kecurangan hukumnya haram sebagaimana haramnya bagi umat Islam memiIih pemimpin yang tidak beriman, tidak bertaqwa, tidak jujur, tidak amanah, tidak aspiratif, tidak punya kemampuan, dan tidak memperjuangkan kepentingan umat Islam”.

4. Kami bertekad untuk bergerak dari pintu ke pintu di tengah-tengan umat guna membangun kesadaran politik umat Islam dan agar mensukseskan Pilpres dan Pileg 17 April 2019 serta‘berpartisipasi penuh kesungguhan dan keikhlasan dimulai dengan melaksanakan Subuh Akbar Indonesia di seluruh masjid/musholla dari Sabang sampai Merauke dan memutihkan seluruh TPS pada hari pencoblosan tersebut dari pagi hingga sore dengan spirit mewujudkan Pemilu yang Bersih, Jujur, Adil, dan Tanpa Kecurangan.

5. Kami bertekad terus mengajak seluruh peserta, penyelenggara, dan pengawas pemilu maupun aparat keamanan agar bersungguh sungguh mewujudkan pemilu yang Bersih, Jujur, Adil, dan Tanpa Kecurangan agar terwujud Kepemimpinan Nasional yang kuat dan berwibawa serta wakil rakyat yang amanah dalam rangka mewujudkan Negara Kesatuan Republik lndonesia yang berkah, aman, dan sentosa, baldatun thayyiba‘tun warabbun ghafuur.
“Semoga Allah SWT menjadi saksi atas apa yang kami ucapkan. Dan semoga Allah SWT memberikan pertolongsn dan kemenangan bagi umat Islam. AlhamduliIllahi Rabbil alamien,” tandas Ustaz Al Khaththath.

More Stories
mpu INAIS
Ada Berkah di Setiap Ukhuwah Ilmiah