ILUNI UI Desak Pembentukan TGPF Kerusuhan 21-22 Mei

Menyerukan untuk tetap mengawal demokrasi, merajut tenun kebangsaan dan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk usut tuntas kerusuhan 21-22 Mei 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilu secara nasional pada 21 Mei 2019 lalu, termasuk rekapituliasi hasil pilpres yang telah diselenggarakan secara langsung untuk ke empat kali-nya setelah reformasi, sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi berdasarkan konstitusi dan undang-undang.

Aksi massa yang dilakukan pada tanggal 21 – 22 Mei 2019 untuk menyampaikan aspirasi terhadap penetapan rekapitulasi suara pilpres oleh KPU adalah hak yang dilindungi undang-undang, tapi bukan tanpa batasan.

Sehubungan dengan adanya indikasi kuat terjadinya provokasi dan penyusupan terhadap aksi damai tersebut sehingga berujung pada kerusuhan yang menelan korban jiwa dan kerugian sosial ekonomi yang cukup besar, dalam siaran persnya, Kamis (23 Mei 2019) ILUNI UI yang diwakili oleh Ketua Umum, Arief Budhy Hardono dan Sekretaris Jendral, Andre Rahardian menyampaikan sikap sebagai berikut:

  1. Berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan mendoakan pemulihan yang cepat pada yang terluka selama kerusuhan.
  2. Memohon para elit politik untuk menurunkan tensi masyarakat, melakukan rekonsiliasi dan bertemu langsung serta menghimbau para pendukungnya untuk tidak lagi turun ke jalan demi menghindari bentrokan dan kerusuhan lebih lanjut.
  3. Menghimbau segenap pihak yang belum menerima hasil perhitungan suara KPU agar menggunakan jalur hukum dan konstitusional untuk menyelesaikan perselisihan pemilu.
  4. Menuntut polisi dan aparat penegak hukum untuk fokus menjaga ketertiban umum dan menindak tegas para perusuh dan terus melindungi masyarakat umum yang melakukan aksi damai* dengan menjunjung Hak Asasi Manusia dan peraturan perundangan yang berlaku.
  5. Menuntut dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang terdiri dari Kepolisian, KomNas Ham, Omboedsman, akademisi dan elemen masyarakat sipil untuk mencari fakta jatuhnya korban serta mengungkap (para) aktor dibalik kerusuhan 21-22 Mei 2019.
  6. Mengajak masyarakat untuk menolak upaya-upaya memecah belah dan membenturkan antar elemen serta jeli sebelum menyebarkan informasi* yang dapat mengentalkan kebencian dan perpecahan.

Demikianlah pernyataan sikap ini Kami susun, atas perhatiannya Kami ucapkan terima kasih.

More Stories
Mandiri Syariah Perluas Penggunaan Data Dukcapil