Islamic Books

Ini Sumber Hukum Islam Ijtima Ulama IV

Berpedoman pada hukum Islam sebagaimana dalam Alquran dan Al Hadits.

Ijtima Ulama IV yang digelar di Hotel Lorin, Sentul, Senin (5/8) menghasilkan delapan rekomendasi.

Dari salah satu keputusan itu adalah, Ijtima Ulama IV mengajak seluruh ulama dan ummat untuk terus berjuang dan memperjuangkan, antara lain, “Menolak segala bentuk perwujudan tatanan ekonomi kapitalisme dan liberalisme di segala bidang termasuk penjualan Aset Negara kepada Asing maupun Aseng, dan memberikan kesempatan kepada semua PRIBUMI tanpa memandang suku maupun agama untuk menjadi Tuan di Negeri sendiri”, kata keputusan tersebut.

Adapun, sumber hukum Islam yang membuat Ijtima Ulama IV mengambil delapan rekomendasi tersebut adalah Alquran dan Al Hadits.

A. Ayat-ayat Alquran

  1. QS.4. An-Nisa Ayat 58:

Arti: Sesungguhnya Allah menyuruhmu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya. Dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

  1. QS.4. An-Nisa Ayat 135:

Arti: Wahai orang-orang yang beriman, Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, sekalipun terhadap dirimu sendiri atau terhadap kedua orangtua dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) orang yang kaya ataupun miskin, maka Allah lah yang lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (fakta) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah Maha teliti terhadap segala sesuatu yang kamu kerjakan.

  1. QS.5. Al-Ma’idah Ayat 8:

Arti: Wahai orang-orang yang beriman, Jadilah kamu para penegak keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu golongan mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena keadilan itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

  1. QS.5. Al-Maidah Ayat 42:

Arti: Mereka sangat suka mendengar berita bohong, banyak memakan makanan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) mendatangimu (Muhammad untuk meminta putusan), maka berilah mereka putusan atau berpalinglah dari mereka. Dan jika engkau berpaling dari mereka, maka mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Tetapi jika engkau hendak memutuskan (perkara mereka), maka putuskanlah secara adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat adil.

  1. QS.11. Hud Ayat 113:

Arti: Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.

  1. QS.14. Ibrahim Ayat 42:

Arti: Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.

  1. QS.16. An-Nahl Ayat 90:

Arti: Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

  1. QS.26. Asy-Syu’ara’ Ayat 227:

Arti: Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.

  1. QS.49. Al-Hujurat Ayat 9:

Art : Dan jika ada dua golongan orang-orang mukmin berperang, maka damaikanlah mereka. Jika salah satu dari keduanya itu berbuat dzalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat dzalim itu, hingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya secara adil. Dan tegakkanlah keadilan, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

  1. QS.5. Al-Maidah Ayat 45:

Arti: Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada qishaashnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak qishaash)nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

  1. Q.S. 3. AL IMRAN AYAT 104:

Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung

B. Hadits NABI

  1. HR. Tirmidzi dari Abu Sa’id Al-Khudri RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

Arti : Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah seorang pemimpin yang zalim.

Orang yang paling dibenci oleh Allah adalah seorang yang zalim Click To Tweet
  1. HR. Muslim dari Abu Hurairah RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

Arti : Tiga orang yang Allah enggan berbicara dengan mereka pada hari kiamat kelak. (Dia) tidak sudi memandang muka mereka, (Dia) tidak akan membersihkan mereka daripada dosa (dan noda). Dan bagi mereka disiapkan siksa yang sangat pedih. (Mereka ialah ): Orang tua yang berzina, Penguasa yang suka berdusta dan fakir miskin yang takabur.

  1. HR. Abu Daud dari Abu Said Al-Khudri RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Arti : Jihad yang paling utama adalah mengutarakan perkataan yang adil di depan penguasa atau pemimpin yang zhalim.

  1. HR. An-Nasa’i dari Ka’ab bin Ujroh RA ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Arti: Akan ada setelahku nanti para pemimpin (yang berdusta) Barangsiapa masuk pada mereka lalu membenarkan (menyetujui) kebohongan mereka dan mendukung kezhaliman mereka maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan dia tidak bisa mendatangitelagaku (di hari kiamat). Dan barangsiapa yang tidak masuk pada mereka (penguasa dusta) itu, dan tidak membenarkan kebohongan mereka, dan (juga) tidak mendukung kezhaliman mereka, maka dia adalah bagian dari golonganku, dan aku dari golongannya, dan ia akan mendatangi telagaku (di hari kiamat).

  1. HR. Al-Hakim bahwasanya Rosulullah SAW bersabda :

Arti: Jika Ummatku sungkan untuk mengatakan kepada orang dholim; Hei Dzholim !!! maka Ummat ini telah ditinggalkan (dari keberkahan).

  1. HR. Muslim dari Jâbir bin ‘Abdillah RA ia berkata, Rasûlullâh SAW bersabda:

Arti: Berhati-hatilah kalian terhadap kezhaliman karena kezhaliman itu adalah kegelapan-kegelapan di hari Kiamat. Dan berhati-hatilah kalian terhadap sifat kikir karena kekikiran itulah yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian. Kekikiran itu mendorong mereka menumpahkan darah dan menghalalkan kehormatan mereka.

More Stories
BRI Life Luncurkan Davespro dan Davestera Optima Syariah