Ilustrasi HRS
Habib Rizieq Shihab, Ilustrasi

Ini Yang Paling Ditakuti Habib Rizieq Shihab

Bukan pulang ke Indonesia dan ditangkap, tapi jika Indonesia dikuasai asing dan aseng, serta umat Islam terpecah.

Setelah Pilpres usai, isu kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS) menyeruak kembali. Ketua Gerakan Nasional Pengewal Fatwa Ulama (GNPF-U), KH. Yusuf Martak dan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), KH. Shobri Lubis mengklarifikasi isu kepulangan HRS yang dikatakan dijadikan syarat rekonsiliasi antara kubu Prabowo dan Jokowi.

Dalam konferensi pers Gerak Kemanusiaan dan Keadilan, pada Rabu (10/7) di Hotel Sofyan Soepomo, Jakarta Selatan, KH. Shobri Lubis menilai ada pihak-pihak yang menggoreng tentang kepulangan HRS, seperti ucapan dari Menteri Puan Maharani dan Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko. Menteri Puan misalnya menilai HRS berangkat sendiri dan harus pulang sendiri. Sedangkan Moeldoko menilai HRS silakan pulang saja, kalau tidak punya biayanya, nanti dibantu.

Hal ini dikatakan oleh kedua tokoh tersebut menanggapi saran dari eks Koordinator Jubir BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak, agar rekonsiliasi Jokowi-Prabowo, jika diadakan, dimanfaatkan untuk memulangkan Habib Rizieq Syihab ke Indonesia. Wakil Ketum Gerindra Fadli Zon pun menyetujui usulan itu.

Menurut KH Shobri Lubis, tidak pulangnya HRS bukan karena takut pulang ke Indonesia, tapi karena memang dicekal oleh Pemerintah Arab Saudi. “Saya dikasih lihat sama Habib Rizieq, ini tulisannya baca, tulisannya apa tuh, tulisannya dalam bahasa Arab, mamnuk safar”, kata KH Shobri Lubis. ‘Mamnuk safar’ artinya ‘dilarang keluar’, tapi menurutnya malah digoreng seolah HRS takut pulang ke Indonesia.

Menurutnya HRS tidak takut, setidaknya HRS sudah tiga kali di penjara. “Kira-kira Arab Saudi punya kepentingan apa mencekal HRS? Tidak ada kepentingan”, kata KH Shobri Lubis. Justeru, kepentingan itu disinyalir datang dari pihak yang selama ini, menurutnya ketakutan dengan fenomena 212. “Siapa yang ketakutan, sudah ketahuan yang ketahuan yang selama ini ketakutan dengan 212, dengan 411…212 tidak pernah takut, yang ketakutan mereka”, kata KH Shobri Lubis.

Digoreng seolah HRS takut pulang ke Indonesia Click To Tweet

Menurut KH Sobri Lubis, “HRS lebih takut kalau bangsa ini hancur, agama Islam rusak, umat Islam rusak, Indonesia dikuasai aseng dan asing, itu yang dia takuti”.

Di kesempatan yang sama, KH Yusuf Martak menilai jika memang Pemerintah berniat memulangkan HRS, kemungkinan setelah pelantikan presiden baru di Oktober ini. Ia juga menyinggung potensi pengumpulan massa dalam jumlah besar ketika HRS pulang. “Bukan masalah rekonsiliasi, ini masalah sentimen. Dan tidak yakin dia berani memulangkan Habib sebelum pelantikan. Masak Habib pulang tida temu kangen. Berapa? 15, 17 juta?”, kata KH Yusuf Martak sambil bertanya kepada Ketua Perhimpunan Alumni 212 (PA212) KH Slamet Maarif yang duduk di sebelahnya.

Konferensi pers Gerak Kemanusiaan dihadiri oleh KH Shobril Lubis, KH Yusuf Martak, KH Muhammad Al Khathat, KH Slamet Ma’arif, Ustad Namrufin, Ustadjah Nurdiati Akmal dan pengacara Ahmad Yani. Gerak Kemanusiaan sendiri dipimpin oleh Ustad Abdullah Hehamahua.

More Stories
Mengenal Lebih Jauh Masjid Tertua di Bogor