Investree akan Luncurkan Produk Wakaf

Wakaf bisa  menjadi salah satu alternatif aset

Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi mengatakan, selain pembiayaan syariah, perusahaan akan menghadirkan layanan keuangan syariah seperti wakaf. Namun ini, menurutnya, rencana ini masih dalam proses diskusi, dan tentu akan mengandeng pihak lain mewujudkannya.

“Fintech bisa berkolaborasi dengan lembaga syariah lainnya. Dengan begitu bisa  mengetahui apa saja kebutuhan para user. Sehingga Investree bisa masuk untuk memenuhinya,” kata Adrian, di Jakarta belum lama ini.

Disampaikan dia, produk wakaf memang segmennya sangat menarik. Apalagi di Indonesia belum tergarap secara struktural dalam teknologi. Maka, sebut dia,  kembali lagi mungkin teknologi bisa menjadi kunci.

”Produk seperti wakaf bisa  menjadi salah satu alternatif aset. Kita akan lihat prospek kedepannya,” kata Adrian.

Sebagai informasi, dalam menjalankan Investree Syariah. Perusahaan ini berkolaborasi pula dengan beberapa bank syariah, di antaranya CIMB Niaga Syariah dan Danamon Syariah.

Rencananya produk Investree Syariah akan resmi diluncurkan serta berjalan efektif setelah Fatwa Fintech Financing Syariah disahkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

Meski begitu, produk Investree Syariah telah mendapat Surat Rekomendasi dari DSN MUI, lalu di awal 2018 ini, perusahaan juga telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa keuangan (OJK) melalui Direktorat industri Keuangan Nonbank (IKNB) Syariah dengan nomor surat S-114/NB.233/2018.

Investree pun telah melakukan uji coba layanan pembiayaan invoice syariah tersebut. Tercatat, hasilnya sampai Januari 2018 total pembiayaan Investree Syariah sudah mencapai angka Rp 2,7 miliar dengan jumlah pemberi pinjaman (lender) mencapai 1.340 dan peminjam (borrower) sebanyak 313.

More Stories
Bukopin Syariah Fasilitasi Pembiayaan Syariah Diamondland