Kalkulator Zakat Penghasilan/Profesi

Zakat merupakan salah satu rukun islam diantara empat rukun lainnya. Jadi, menunaikan atau membayar zakat hukumnya wajib seperti kewajiban mengerjakan shalat, puasa, dan haji.

Selain sebagai bentuk ibadah seorang individu kepada Allah, zakat juga memiliki manfaat sosial untuk membantu golongan yang berhak. Dimana di dalam harta kita terdapat hak orang lain, itulah zakat. Oleh karenanya harta yang kita miliki belum bersih bila belum dikeluarkan zakatnya. Maka dari itu, zakat berfungsi untuk mensucikan dan membersihkan harta, sehingga jiwa tenteram setelah menunaikannya.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya do`a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. At-Taubah:103)

Zakat Penghasilan/Profesi

Zakat penghasilan gaji bulanan/zakat profesi adalah zakat yang dikenakan pada setiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu, baik yang dilakukan sendirian maupun bersama dengan orang/lembaga lain, yang mendatangkan penghasilan (uang) halal yang memenuhi nisab (batas minimum untuk wajib zakat).

Para ulama kontemporer dalam menentukan tarif zakat profesi juga berbeda, pendapat yang masyhur adalah pendapat Muhammad Abu Zahrah, Abdurahman Hasan, Abdul Wahhab Khollaf, Yusuf Qardhawi, Syauqy Shahatah dan yang lainnya sepakat bahwa tarif zakat penghasilan profesi adalah 2,5%.

Menurut KH Didin Hafiduddin Zakat penghasilan bulanan ( gaji ) dianalogikakan dengan zakat pertanian dikeluarkan saat mendapatkan panen/hasil gajian. Jika seorang muslim memperoleh pendapatan dari hasil gaji atau profesi tertentu, maka dia boleh mengeluarkan zakatnya langsung 2.5% pada saat penerimaan.

Kalkulator zakat profesi/penghasilan #ekosyariah#zakatprofesi Click To Tweet

Sedangkan menurut Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Umar bin Abdul Aziz dan ulama modern seperti Yusuf Qardhawi tidak mensyaratkan haul (satu tahun) mengeluarkan zakat profesi, tetapi zakat profesi dikeluarkan langsung ketika mendapatkan harta tersebut. Mereka meng-qiyas-kan dengan zakat pertanian yang dibayar pada setiap waktu panen. (haul: lama pengendapan harta).

Dalil atas wajibnya zakat profesi/penghasilan gajian adalah keumuman lafadz, Allah berfirman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik…” (QS. Al-Baqarah (2): 267) “dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak dapat bahagian”. (QS. Adz-Dzaariyaat (51): 19)

berdasarkan fatwa MUI 2003 tentang zakat profesi setelah diperhitungkan selama satu tahun dan ditunaikan setahun sekali atau boleh juga ditunaikan setiap bulan untuk tidak memberatkan.

  1. Model memperoleh harta penghasilan dari profesi mirip dengan panen dari hasil pertanian, sehingga harta ini dapat dianalogikan pada zakat pertanian berdasarkan nisabsebesar 653 kg gabah kering giling (setara dengan 522 kg beras) dengan waktu pengeluaran zakat (haul)nya setiap kali menerima penghasilan (gaji).
  2. Model Harta yang diperolehnya sebagai penghasilan berupa uang, sehingga jenis harta ini dapat dianalogikan pada zakat harta (simpanan atau kekayaan) berdasarkan kadar zakat yang harus dibayarkan sebesar 2,5% dengan Haul Nisabnya adalah jika pendapatan satu tahun yang diperolehnya lebih dari senilai 85gr emas dimana disesuaikan dengan harga emas saat ini @se-gram Rp. 624.000 setelah dikurangi kebutuhan pokok.

Berikut ini tersedia KALKULATOR ZAKAT  yang dapat langsung Anda gunakan untuk menghitung zakat penghasilan dan simpanan Anda.

[CP_CALCULATED_FIELDS id=”7″]

[CP_CALCULATED_FIELDS id=”8″]

 

More Stories
Komisioner Komnas HAM
Komnas HAM Bentuk Tim Khusus Selidiki Rusuh 22 Mei