KAPPAK ITB soal GAR ITB: “Justeru Kelompok ini Tidak Proporsional dan Intoleran”

Mengacu pada Siaran Pers sekelompok orang yang menamakan dirinya Gerakan Anti Radikalisme – Alumni Institut Teknologi Bandung (GAR-ITB) Nomor 09/PR/GAR-ITB/I/2021 berjudul Penyerahan Dokumen Advokasi Kebijakan GAR ITB kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta berbagai pendapat para pihak yang kompeten tentang pribadi Prof. Dr. H.M. Sirajuddin Syamsuddin, M.A., Ph.D, yang merupakan salah seorang anggota Majelis Wali Amanat (MWA) ITB, maka kami Keluarga Alumni ITB Penegak Pancasila dan Anti Komunis (KAPPAK) yang beranggotakan 1721 orang alumni ITB menyatakan dengan tegas bahwa apa yang dilakukan GAR-ITB itu bukan mewakili alumni ITB secara dominan karena justru masih sangat banyak alumni ITB yang bisa berfikir jernih, objektif, rasional, dan kritis namun tetap cinta almamater dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Sehubungan itu, maka dengan ini KAPPAK menyampaikan sikap sebagai berikut:

  1. Agar Ikatan Alumni ITB segera mengambil sikap terhadap kelompok GAR-ITB karena dari beberapa kali kejadian telah menunjukkan bahwa justru kelompok ini berpandangan dan telah bertindak tidak proporsional dan intoleran dengan melakukan framing radikal terhadap seorang anggota MWA yang sudah dipilih sesuai ketentuan dan juga mempermasalahkan entitas keagamaan yang selama ini sudah berjalan harmonis dan manfaat di kampus. Sebagai alumni sebuah perguruan tinggi yang mengedepankan kemerdekaan berfikir, berkarya, dan berkiprah pada platform ilmiah dalam kawalan nilai-nilai Pancasila, sikap dan tidakan yang tidak sesuai dengan itu harus dibersihkan dari para alumni ITB;
  2. Sangat memungkinkan langkah-langkah GAR-ITB sebelumnya dan pengaduan tersebut dirasakan merugikan sehingga para pihak terkait menuntut secara hukum kelompok GAR-ITB dan atau seluruh anggotanya;
  3. Berkaitan dengan konsekwensi hukum yang mungkin timbul akibat surat pengaduan yang tidak jelas penanggungjawabnya itu, mohon kiranya para alumni yang namanya tercantum pada surat agar melakukan evaluasi dan

klarifikasi apakah termasuk atau tidak sebagai pihak yang ikut bertanggungjawab secara kolektif;

  1. Bagi alumni yang merasa dirugikan karena namanya dicantumkan pada surat-surat GAR-ITB, kami juga menyarankan agar segera menyampaikan klarifikasi dan tuntutan yang perlu melalui IA ITB Cabang DKI Jakarta yang telah menyediakan diri untuk menerima pengaduan tentang hal ini;
  2. Meminta Rektorat dan Senat ITB agar dapat menertibkan jika ada dosen yang ternyata ikut sebagai anggota GAR-ITB dan menolak campur tangan pihak yang tidak bertanggungjawab dan tidak terkait secara kelembagaan dengan ITB terhadap urusan internal ITB karena hal itu dapat menurunkan kredibiltas institusi ITB yang terjaga dengan baik selama ini.
  3. KAPPAK mengajak seluruh alumni ITB agar tetap mengedepankan sikap kreatif dan kritis secara proporsional dan professional sesuai dengan nilai-nilai “In Harmonia Progressio” yang telah menempa para alumni sewaktu di kampus ITB sehingga kita akan dapat terus meningkatkan prestasi dan reputasi bagi kemajuan bangsa dan negara;
  4. Menghimbau IA ITB sebagai induk organisasi alumni ITB hendaknya mencermati polemik yang sedang berlangsung dan bertindak proporsional serta tidak berpihak untuk menjaga nama baik institusi ITB dan keseluruhan alumni ITB, IA ITB sebaiknya bertindak sebagai mediator agar polemik yang sedang berlangsung dapat segera berakhir dan berujung pada suasana yang damai dan kondusif. Sangat tidak diharapkan konflik antar sekelompok alumni ITB dengan pihak eksternal mengarah ke proses hukum dan berujung di pengadilan. ***

 

Presidium KAPPAK, 

No

Nama Anggota Presidium Jurusan Angkatan
1. Budi Rijanto AR 73
2. Priyo Sakti Widodo AR 75
3. Erry Nirbaya SI 76
4. Hasanudin GM 76
5. Muhammad Suhedi SI 76
6. Sebastian Jaafar PL 76
7. Haryatiningsih Moedjodo PL 76
8. Feizal Karim SI 76
9, Sofyan Mulyana SI 77
10. Dali Ahmad GM 77
11. Hafidh Indrawan SR 77
12. Alfian Usman GL 78
13. Radhar Tribaskoro FI 79
14. Rakhmat Basuki SI 80
15. Ade Garnandi SR 81
16. Dyah Utami Safitri BI 89
17. Myrna Utari KI 89
18. Eep Supendi FI 91
19. Natasa Hirany FI 94

More Stories
MUFG dan Bank Danamon Optimis Prospek Bisnis Domestik