Kemenkop UKM Ciptakan Wirahausaha Baru Lewat Magang

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) memfasilitasi program magang untuk 300 pemuda. Diharapkan lewat magang ini akan tercipta wirausaha baru.

magangDeputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM, Prakoso Budi Susentyo, mengatakan, Kemenkop dan UKM mengembangkan program magang bagi 300 pemuda yang lolos seleksi. “Mereka akan ditempatkan di koperasi dan UKM di tiga provinsi yaitu Bali, Jawa Barat dan Jawa Tengah,” kata Prakoso, kepada MySharing, di Jakarta, Senin (6/4).

Ia menuturkan, program magang untuk pemuda akan terus dikembangkan sebagai upaya untuk menumbuhkan wirausaha baru. “Melalui program ini, kami ingin menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha baru serta meningkatkan daya saing koperasi dan UKM,” ujarnya.

Program magang ini dilaksanakan berdasarkan Undang-undangan Nomor 20 Tahun 2008 pasal 19 ayat 1 yakni dalam rangka memasyarakatkan dan membudayakan kewirausahan, meningkatkan ketetrampilan teknis dan manajerial, serta membentuk dan mengembangkan lembaga pendidikan dan pelatihan. “Kegiatan ini, salah satunya untuk melakukan pendidikan, pelatihan, penyuluhan, motivasi dan kreativitas bisnis serta menciptakan wirasusaha baru,” tegas Prakoso.

Menurutnya, program magang ini bertujuan untuk menularkan mental, jiwa dan semangat berwirausaha kepada pemuda melalui pemberian pemahaman dan pengalaman praktik-praktik berusaha pada dunia usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Sebaliknya, kata Budi, program magang juga mendatangkan manfaat bagi UMKM yaitu menularkan pengetahuan dan metode kepada para pelaku UMKM. Sehingga diharapkan dapat mengembangkan usahanya secara teori atau keilmuan dari perseta magang. Disamping itu, dalam program ini ada interaksi dengan akademisi sehingga akan memperkaya metode di dalam menjalankan usahanya. “ Kami harapkan melalui magang dapat meningkatkan kapasitas dan krebilitas serta memperluas jaringan usaha UMKM,” paparnya.

Dalam program magang yang dikembangkan, peserta dijaring oleh Dinas Koperasi dan UKM. Kriteria peserta yang dijaring antara lain, usia 17-30 tahun, minimum SMA sederajat, dan lolos seleksi serta bersedia mengikuti tata cara magang yang berlaku. Adapun proses magang dilaksanakan selama 25 hari atau satu bulan.

Peserta dibagi dalam kelompok bidang spisifik (produksi UKM) dan manajemen usaha seperti pembukuan dan lainnya. Dinas Koperasi dan UKM juga akan merekomendasikan perusahaan yang berminat menjadi tempat magang dan melakukan monitoring pelaksanaan magang.

Prakoso menyatakan, untuk di Bali, misalnya pelaksanaan program magang akan dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, bersamaan dengan acara pelatihan kewirausahaan pada 9 April mendatang di Univeristas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar Bali.

More Stories
BNI Syariah Fasilitasi Pembiayaan Investasi PT Pertamina Trans Kontinental