Ketergantungan Ponsel : ‘lebih parah daripada alkohol atau narkoba’

Disadari atau tidak, kebiasaan buruk kecanduan pada teknologi tengah melanda manusia di zaman internet sekarang ini.

Pada awalnya teknologi adalah cara manusia untuk mempermudah hidup. Namun sekarang teknologi justru memperbudak manusia. Sesuatu yang sangat dilematis ya.Gaya hidup masa kini membuat kita hampir mustahil menjauh dari ponsel. Ini terjadi hampir pada setiap masyarakat di dunia.

Ketergantungan Ponsel : 'lebih parah daripada alkohol atau narkoba'#mysharing#jadilebihbaik#kecanduanponsel Click To Tweet

Hal ini disebabkan semakin canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi, seseorang akan semakin tidak terpisahkan dengan keberadaan ponsel-ponsel pintar atau smartphone hingga kecanduan smartphone. Daniel Sieberg melalui bukunya The Digital Diet.

memberikan saran “Saya tidak akan tidur satu ruangan dengan perangkat digital saya.”

Sieberg selama ini dikenal sebagai seorang pengajar dan penulis di bidang teknologi. Dia selalu menjadi yang pertama memiliki perangkat portabel baru.

Menurut Sieberg, ketergantungan kini bukan saja dirasakan oleh mereka yang sering mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol, misalnya.

Kini hampir semua orang selalu sibuk dengan ponselnya masing-masing, sehingga orang akan merasakan kehilangan yang mendalam jika tidak memegang ponselnya untuk berselancar dalam dunia maya (internet), meskipun hanya sebentar. Maka, tak heran jika banyak orang yang kemudian menaruh perhatian lebih besar pada ponsel dibandingkan dengan lingkungan atau keluarganya.

Hati-hati, jika Anda mengalami tanda-tanda tersebut, karena itu merupakan salah satu tanda nomophobia. Nomophobia merupakan jenis fobia yang ditandai dengan ketakutan berlebihan jika seseorang kehilangan ponselnya. Orang mengidap kondisi ini selalu hidup dalam kekhawatiran dan selalu was-was dalam meletakkan ponselnya, sehingga selalu membawanya kemanapun pergi.

Dalam beberapa kasus nomophobia, ponsel menjadi pendamping yang membantu seseorang mengatasi kesepian saat berada sendirian. Misalnya, ketika naik bus atau menunggu seseorang di suatu tempat. Kondisi ini bisa memperburuk dan membuat seseorang bergantung pada ponsel untuk meringankan stres dan emosi.

Negara-negara seperti Cina, Korea Selatan, Inggris dan Amerika telah mendirikan pusat “penyembuhan” digital untuk menanggulangi penyalahgunaan teknologi. Di tempat ini orang yang kecanduan dilarang memakai internet dan alat digital selama beberapa hari bahkan mempergunakan “gaya militer” kon­troversial untuk menyem­buh­kan anak-anak kecanduan internet salah satu contohnya di Tiongkok.

Ada 632 juta warga yang terko­nek­si jaringan internet di seantero Tiongkok dan 24 juta dari anak-anak diyakini telah kecanduan me­dia sosial. Rata-rata remaja Tiongkok meng­habiskan waktu 17 jam di de­pan layar ponsel tiap harinya untuk bermain game. Hal ini mem­buat banyak orangtua terpaksa am­bil lang­kah tegas memisahkan ‘pa­sa­ng­an’, anak mereka dan hanphone dan mengirim buah hati ke kamp ala militer, un­tuk mem­ber­sihkan ‘racun’ ga­me online.

Sehingga membuat para orangrtua yang cemas sehigga me­ma­sukkan buah hati me­reka ke kam­p ala militer un­tuk me­ngobati ke­canduan yang di­se­bab­kan tek­no­logi digital itu.

Selain keracunan game online dalam beberapa kasus kecanduan disebabkan media sosial sehingga tidak dapat berpaling dari media sosial seperti facebook,Snapchat atau media sosial lainnya. Apalagi saat ini perkembangan teknologi pada ponsel kini makin canggih sehingga disadari atau tidak, kebiasaan buruk kecanduan pada teknologi tengah melanda manusia di zaman internet sekarang ini.

Pada awalnya teknologi adalah cara manusia untuk mempermudah hidup. Namun sekarang teknologi justru memperbudak manusia.

Untuk mengetahui apakah Anda termasuk penderita nomophobia, perhatikan 10 tanda penyakit kecanduan ponsel berikut ini :

  1. Ketidakmampuan untuk mematikan ponsel
  2. Terus-menerus memeriksa ponsel untuk melihat apakah seseorang telah mengirim pesan atau email.
  3. Anda merasa cemas jika telepon mati karena tidak memiliki baterai atau ketika tidak ada koneksi internet.
  4. Merasa terisolasi dan cemas jika Anda sedang offline dalam jangka waktu tertentu.
  5. Anda orang pertama yang mengunggah tentang apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda lakukan, dan apa yang Anda rencanakan.
  6. Anda terobsesi mendapatkan like pada unggahan Anda. Hal ini meningkatkan kebutuhan Anda untuk mengunggah lebih banyak tentang pengalaman Anda.
  7. Jika Anda bersama teman, Anda selalu menggenggam ponsel. Terkadang, Anda tidak dapat mengikuti percakapan dengan teman karena selalu sibuk dengan ponsel.
  8. Ketika Anda membawa ponsel ke meja makan
  9. Mengetik pesan sembari mendengarkan ucapan anak, tapi Anda tak dapat mengingat apa yang barusan disampaikan anak kepada Anda.
  10. Ketika Anda telah tidak sadar membatasi diri sehingga wilayah privasi anda umbar ke khalayak umum.

Itulah 10 gejala atau tanda-tanda kecanduan ponsel yang perlu diketahui. Jika Sobat mysharing merasa sering menggunakan ponsel dalam waktu yang lama, maka tidak menutup kemungkinan Anda juga bisa mengalami kondisi ini. Maka dari itu, sebaiknya kurangi penggunaan ponsel mulai sekarang.

 

More Stories
FWD LIfe menerima pengahrgaan pada Karim Award 2019
FWD Life, Asuransi Jiwa Syariah dengan Pertumbuhan Terbaik