KNKS Gandeng Tazkia, Kembangkan Riset Ekonomi Syariah

Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) gandeng kampus Tazkia kembangkan riset ekonomi syariah di Indonesia. Penandatangan disaksikan Presiden Jokowi.

Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia menjadi salah satu kampus yang diajak bekerjasama oleh KNKS dalam rangka pengembangan keilmuan ekonomi syariah di Indonesia. Penandatanganan kerjasama dilakukan pada Rabu, 14 Mei 2019 bertepatan dengan 9 Ramadhan 1440H.

Rektor Kampus Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M. Acc menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Ventje Rahardjo Soedigno. Isi kerjasamanya adalah dalam bidang akademik dan riset ekonomi syariah.

Murniati menjelaskan bahwa penandatanganan ini sangat strategis bagi keduabelah pihak. Kampus Tazkia dapat terlibat secara langsung dalam mengembangkan ekonomi syariah secara lebih masif lagi baik di level nasional maupun internasional.

KNKS didirikan berdasarkan Keputusan Presiden No. 91/2016 dan diluncurkan pada tanggal 27 Juli 2017 di Istana Negara.

Selain Kampus Tazkia, KNKS juga mengandeng lima kampus besar lainnya yaitu Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, Universitas Islam Syarif Hidayatullah, dan UIN Ar-Raniry.

Dalam sambutannya Presiden menyebutkan potensi keuangan syariah global pada tahun 2023 nanti sebesar USD 3 Triliun atau setara dengan Rp 45 ribu triliun. Nilai yang sangat besar dibandingkan dengan nilai APBN Indonesia yang hanya sebesar 2.000 triliun rupiah.

Dengan potensi sebesar itu maka sudah jelas kebutuhan SDM ekonomi dan keuangan syariah sangat dibutuhkan. Kampus Tazkia saat ini sudah mengembangkan program studi yang lebih beragam untuk menyiapkan SDM dari bidang keuangan, digital ekonomi hingga industri halal.

Murniati menambahkan bahwa mahasiswa juga dapat kuliah di kelas-kelas internasional yang sudah bekerjasama dengan kampus-kampus di UK, Jepang, Turki, Yordania, Maroko, Bahrain, Brunei, Malaysia, dan Rusia.

More Stories
BI Dukung Penguatan Industri Halal