Kualitas Demokrasi Menurun, Mardani Luncurkan Buku Kami Oposisi

Menurunnya kualitas demokrasi dinilai mengarah ke demokrasi elitis. Oleh karenanya Kami Oposisi kian diperlukan.

Jalan 100 hari pemerintahan pasangan Joko Widodo dan KH. Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden, banyak diwarnai kontestasi poltik yang cenderung elitis. Tidak sedikit publik yang meragukan komitmen Pemerintah untuk menuntaskan janji politik dan revolusi mentalnya.

Publik dikejutkan ketika justeru penantang Joko Widodo di Pemilu 2019, dirangkul ke dalam koalisi menjadi salah satu menteri elite. Indonesia semakin mengarah ke demokrasi elitis karena kuatnya koalisi pemerinah di eksekutif dan legislatif.

Anggota DPR dari Fraksi Partai keadilan Sejahtera (PKS) menilai pada periode kedua pemerintahan Joko Widodo, Indonesia mengarah ke Demokrasi Elitis.

Padahal, proses demokratisasi di Indonesia seharusnya semakin membaik, karena kita telah mengalami sedikitnya lima kali Pemilihan Umum langsung. Sangat disayangkan, kini kulaitas demokrasi malah menurun, padahal demokrasi membutuhkan checks and balances”, kata Mardani dalam peluncuran buku Kami Oposisi di kompleks Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2).

Mardani menjelaskan dalam buku ini alasan mengapa demokrasi perlu oposisi? Sehingga tiada alasan dalam sebuah negara demokrasi, sangat krusial pula peranan oposisi itu. Salah satu alasannya, menurut Mardani adalah agar tidak lahirnya parlemen jalanan seperti yang terjadi saat ini di berbagai negara di dunia.

Selain itu, dalam buku ini juga dijabarkan model-model oposisi dari berbagai pengalaman demokrasi di berbagai negeri di dunia. Juga bagaimana bentuk oposisi politik di Indonesia dari masa ke masa.

“Saya berhadap melalui buku ini kembali menghidupkan diskursus bagaimana, apa yang harus kita pikirkan ke depan untuk terus meningkatkan kualitas demokrasi kita sehingga demokrasi kita menjadi substansial. Bukan dmokrasi elitis” kata Mardani menegaskan.

Periode kedua pemerintahan Joko Widodo, Indonesia mengarah ke Demokrasi Elitis Click To Tweet

More Stories
ISEF 2020 Dibuka, Ekonomi Syariah Diharapkan Berkontribusi Pemulihan Ekonomi