Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM KUKM di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (13/3). foto: dok:Kemenkop dan UKM.

KUKM Kawasan Mandalika Harus Dikembangkan

Jika pariwisata di satu wilayah berkembang, maka otomatis kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) akan meningkat.

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan,  pihaknya mendukung pengembangan koperasi dan UKM (KUKM) di kawasan pariwisata Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Pemerintah mendukung dalam hal pelatihan dan pembiayaan. Dilatih tanpa pembiayaan akan sia-sia, begitu juga pembiayaan tanpa pelatihan takkan menghasilkan apa-apa. Selanjutnya, pemasaran dari produk yang dihasilkan juga harus dipikirkan”, ujar Puspoyoga  pada acara Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM KUKM di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (13/3).

Sebagaimana dalam rilisnya yang diterima MySharing, Kamis (16/3), pelatihan yang diikuti sekitar 650 orang tersebut meliputi pemasyarakatan kewirausahaan, pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat nelayan dan perempuan, pelatihan perkoperasian bagi SDM koperasi, pelatihan kompetensi manajemen dan pariwisata bagi pemandu wisata, pelatihan pengelola tempat praktek ketrampilan usaha (TPKU), dan pelatihan vocational pada daerah tertinggal.

Acara ini juga dihadiri  Gubernur NTB  Zainul Majdi, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, dan Wakil Ketua DPD RI Farouq Muhammad

Lebih lanjut dalam sambutannya, Puspayoga menjelaskan, jika pariwisata di satu wilayah berkembang, maka otomatis kinerja UKM akan meningkat dan akan menghasilkan koperasi yang bagus. “Kita harus memberikan pelatihan manajemen wisata yang baik, seperti membangun kuliner dan ekonomi kreatif, agar wisatawan yang datang bisa nyaman dan betah”, ucapnya.

Selain itu akan memberikan pelatihan, lanjut Puspoyoga, Kemenkop dan UKM juga akan memberikan pemahaman masyarakat sekitar Mandalika agar bisa menerima dampak yang terjadi dari pengembangan pariwisata.

Dampak positifnya, menurut Puspoyoga adalah ekonomi masyarakat bisa berkembang, pengangguran menurun, dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Sedangkan dampak negatifnya, diantaranya masuknya budaya luar dan peredaran narkoba. “Ini yang harus kita beri pemahaman agar bisa mengantisipasi ekses negatif,” tegasnya.

Yang pasti, tegas Puspoyoga, salah satu tugas kementerian yang dipimpinnya adalah meningkatkan rasio kewirausahaan di Indonesia. Saat ini, jelas dia,  rasio kewirausahaan berdasarkan data BPS meningkat dari 1,65 persen menjadi 3,31 persen. Melampui dari target nasional sebesar 2 presen. Tentu saja hal itu harus terus dijadikan sebagai semangat untuk menambah jumlah wirausaha di Indonesia..

Sementara dalam sambutannya, Gubernur NTB Zainul Majdi menyambut baik adanya pelatihan yang diinisiasi Kemenkop dan UKM tersebut. Pasalnya, menurut Zainul,  masyarakatnya ingin menjadi pelaku usaha yang baik dan sukses. Sehingga, butuh pelatihan dan pemahaman bagaimana menjadi wirausaha yang baik dan tangguh. “Saya juga berharap, pelatihan ini juga bisa meningkatkan kualitas koperasi dan UKM yang ada di NTB”, kata Zainul.

Zainul juga mengungkapkan,  bahwa agenda pengembangan ekonomi masyarakat NTB adalah memastikan proses pembangunan itu mampu menciptakan KUKM sebagai aktor utama. Karena saat ini, ketika ritel moderen masuk maka terjadi perubahaan aktor ekonomi.

Ekonomi memang tumbuh, konsumsi meningkat, tapi yang terjadi dibawah adalah perubahaan faktor ekonomi, dari KUKM ke pemodal besar. Kita harus tetap memastikan bahwa aktor utama ekonomi tetap di tangan KUKM. Sehingga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkeadilan dengan menciptakan pemerataan kesejahteraan,” ungkap Zainul.

Wakil Ketua DPD RI Farouq Muhammad juga sepakat dengan Gubernur NTB Zainul Majdi,  bahwa pertumbuhan ekonomi di NTB memang meningkat terus, tapi ada sedikit masalah karena transformasi tidak sampai ke bawah. “Oleh karena itu, pihak perbankan harus hadir untuk membantu permodalan KUKM di NTB. Pasalnya, di NTB masih banyak rentenir beroperasi,” ujar Farouq.

Fokus Pelatihan

Usai acara, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Prakoso BS mengatakan, ada beberapa fokus yang dituju dari pelatihan ini. Yaitu, kewirausahaan yang terkait dengan pariwisata, karena NTB (Lombok) merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia.”Misalnya, pelatihan untuk mengelola desa wisata dan juga pemandu wisata yang ada di Lombok. Bukan kurang, tetapi akan kita tingkatkan kapasitas SDM-nya”, ujar Prakoso,” ujar Prakoso.

Selain itu, lanjut dia, pelatihan ini juga menyasar nelayan dan perempuan agar mereka bisa mengelola hasil laut hingga memiliki nilai tambah di pasaran. Sehingga, ketika terjadi angin Barat mereka tidak melaut, bisa melakukan kegiatan anyaman, kerajinan-kerajinan, souvenir, makanan, dan sebagainya.

Menurutnya, pelatihan perkoperasian juga sangat diperlukan bagi mereka, dan diharapkan UKM yang sudah kuat agar bergabung dalam satu wadah koperasi. Karena, idealnya itu adalah anggota koperasi merupakan wirausaha agar koperasi cepat maju dan berkembang.

Pelatihan vocational di daerah tertinggal di NTB pun menjadi target strategis Kemenkop dan UKM. “TPKU-TPKU yang sudah ada di NTB juga jangan sekadar sebagai tempat latihan atau praktek saja, tapi juga harus mulai melihat dari segi bisnisnya. Misalnya, pelajar SMA dilatih di TPKU, kemudian ketika lulus SMA atau SMK bisa mengembangkannya di tengah masyarakat sebagai satu unit bisnis yang bisa menghasilkan ekonomi”, pungkas Prakoso.

 

 

More Stories
Layanan Syariah LinkAja Partisipasi Di Bulan Inklusi Keuangan OJK 2020