Menkeu Sri Mulyani (ketiga dari Kiri) berpose usai acara penandatangan kerjasama pembiayaan syariah LPEI dengan PT MedcoPapua Hijau Selaras (MPHS) di Manokwari, Papua Barat (19/12).

LPEI Berikan Skema Pembiayaan Syariah ke PT MPHS

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melakukan penandatangan kerjasama pembiayaan syariah dan community development dengan PT MedcoPapua Hijau Selaras (MPHS) pada 19 Desember 2018 di Manokwari, Papua Barat.

Acara penandatanganan kerjasama pembiayaan syariah ini dihadiri oleh Menteri Keuangan – Sri Mulyani, yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Bupati Manokwari, jajaran pejabat Eselon I Kemenkeu, Dewan Direksi di bawah Kemenkeu, Anggota Dewan Direktur LPEI, Manajemen MPHS, serta masyarakat penerima manfaat.

PT MedcoPapua Hijau Selaras (MPHS) sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pengelolaan kelapa sawit di Manokwari, Papua Barat.

Dalam kerjasama strategis kedua lembaga ini. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memberikan skema pembiayaan syariah dan jasa konsultasi kepada MPHS, sebagai jaminan fasilitas plasma kepada petani plasma yang mencapai total Rp150 Miliar.

Selain fasilitas pembiayaan syariah, LPEI juga menyerahkan Community Development dan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Petani Plasma MPHS.

Bantuan Program Community Development LPEI dalam bentuk jasa konsultasi pelatihan pengelolaan pembukuan dan pelaporan pajak kepada pengurus koperasi. Sedangkan CSR diberikan dalam bentuk sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh para petani plasma, seperti penyediaan fasilitas umum seperti Puskesmas, lapangan bermain, mobil ambulance, dan lain sebagainya di area kebun.

Menteri Keuangan – Sri Mulyani sangat menyambut positif kerjasama kedua lembaga di atas. Menkeu mengatakan, LPEI sebagai institusi yang dibentuk oleh Kemenkeu adalah untuk mendorong, meningkatkan dan membantu seluruh komponen ekspor, sehingga menghasilkan devisa bagi negara.

“Untuk itu, saya berterima kasih kepada para pihak swasta dan LPEI yang telah menggunakan sumber daya yang ada di Manokwari dan berusaha secara bersungguh-sungguh untuk meningkatkan ekspor, sehingga berdampak positif bagi masyarakat di sekitar lokasi,” ujar Sri Mulyani dalam momen tersebut.

Menkeu juga mengungkapkan, hal yang penting untuk diketahui bahwa dalam memberikan fasilitas ekspornya, LPEI tidak mengutamakan pendapatan operasional semata, namun juga turut memperhatikan dan memastikan, bahwa setiap rupiah yang disalurkan, memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkesinambungan. “Apakah itu dalam bentuk penciptaan lapangan pekerjaan, pemberdayaan wanita, maupun pembangunan infrastruktur publik oleh pelaku ekspor yang dapat dinikmati oleh masyarakat daerah sekitar,” tandas Sri Mulyani.

Sejak tahun 2010, MPHS sendiri telah menjalin kerjasama dengan para petani plasma yang tergabung dalam 11 Koperasi Unit Desa (KUD). Kerjasama ini telah membuka lapangan pekerjaan kepada 478 petani. Hingga bulan Agustus 2016, MPHS telah membangun kebun plasma seluas 2.684,65 hektar dan memiliki kurang lebih 1.500 pekerja.

Selama ini, hasil kebun MPHS telah diekspor ke berbagai negara melalui PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk dan Wings Group. Kedepannya, dengan adanya pembiayaan dari LPEI, MPHS diharapkan dapat menghasilkan kualitas produksi yang lebih baik agar mampu memperoleh sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang menjadi syarat dalam melakukan ekspor.

More Stories
Capres Prabowo Subianto
Demi Rakyat, Ini alasan Prabowo Larang Demo ke MK