Malta Luncurkan Indeks Syariah

Pertumbuhan pesat industri keuangan syariah global mendorong Malta untuk meluncurkan indeks syariah.

Malta SEAwal pekan ini, Senin (8/2), Bursa Efek Malta secara resmi meluncurkan indeks syariah. Indeks tersebut pun dapat dilihat di laman resmi Bursa (www.borzamalta.co.mt). Chief Executive Officer Bursa Efek Malta Eileen Muscat menuturkan, ada beberapa faktor yang membuat Malta menjadi lokasi ideal bagi indeks syariah.

“Menentukan waktu yang tepat untuk meluncurkan suatu indeks baru tidak pernah mudah dan tergantung pada banyak faktor. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi Bursa untuk mencari bisnis luar negeri, yang akan menjadi tahap pengembangan kami selanjutnya. Sektor keuangan Malta yang multi-disiplin, sikap ‘Bisa’ dan ‘Terbuka untuk bisnis’, dan kedekatannya secara geografis dan budaya dengan anggota Uni Eropa menjadikan Malta sebagai tempat ideal untuk menarik bisnis ke negara kami,” paparnya, dilansir dari CPI Financial, Selasa (9/2).

Ia menambahkan sektor keuangan syariah merupakan area penting dengan potensi besar. “Sekarang Bursa mengambil langkah nyata dan konkret dengan membentuk Islamic Finance Equity Index. Ini memberikan pesan jelas bahwa kami tertarik mengembangkan pasar penting tersebut di Malta,” cetus Muscat. Baca Juga: Hadirnya ETF Syariah di Bursa Efek New York

Kendati Malta punya populasi Muslim, hal itu tidak menjadi faktor utama peluncuran Indeks Syariah. “Meski ada komunitas Muslim yang signifikan di Malta, kami tidak melihat Indeks bisa berdiri sendiri, dan akan membutuhkan kehadiran internasional yang lebih kuat agar keuangan syariah berkembang baik,” katanya.

Bursa Efek Malta pun akan mengadakan sejumlah roadshow sepanjang tahun ini demi menarik minat penerbit potensial. “Kami perlu mempromosikan layanan kami dan itu akan dilakukan di Dubai dan lokasi lainnya dalam beberapa bulan ke depan,” pungkas Muscat.

Populasi Muslim bukan faktor utama peluncuran Indeks Syariah di Malta Click To Tweet

More Stories
Ketua Tim Hukum BPN Bambang Widjojanto menyerahkan berkas pendaftaran gugatan perselisihan hasil Pemilu 2019 ke Panitera MK. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Menjabat DPS Dua Bank Syariah, KH Maruf Amin Dinilai Langgar UU Pemilu