Mandiri Syariah Dukung Pengusaha UMKM Batik

Guna mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor riil dan membantu program pemerintah dalam penyerapan tenaga kerja, Mandiri Syariah berkomitmen mendukung segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satunya perajin batik di Desa Tengah Tani, Plered, Cirebon, Jawa Barat.

Dukungan Mandiri Syariah terhadap pembiayaan pada segmen UMKM tersebut sejalan dengan ketentuan PBI No. 17/12/PBI/2015 mengenai Pemberian Kredit atau Pembiayaan oleh Bank Umum dan Bantuan Teknis dalam rangka Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di mana portofolio pembiayaan ke segmen UMKM setiap Bank minimal 20%.

Pembiayaan terhadap sektor usaha UMKM merupakan kontribusi Mandiri Syariah dalam membangun Negeri melalui peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui pembiayaan produktif dan multiguna.

Dukungan Mandiri Syariah yang kuat terhadap sector UMKM ini terungkap dalam acara kunjungan peserta Media Traning Mandiri Syariah ke lokasi sentra usaha batik di Plered, Cirebon, Jawa Barat, baru-baru ini.

Menurut Area Manager Mandiri Syariah Cirebon – Jastra Ferdynan, Mandiri Syariah saat ini membina sekitar 10 perajin batik Cirebon di lokasi sentra batik Plered ini.

“Kami mempunyai komitmen guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan usaha mikro, termasuk perajin batik di Plered ini” sebut Jastra.

Menurut Jastra, dalam ha ini Mandiri Syariah berusaha hadir untuk menjadi solusi masyarakat dengan memberikan pembiayaan berbasis syariah, dan melakukan pendampingan usaha masyarakat tersebut, agar bisa semakin berkembang. “Karena sesuai tuntunan syariah, modal usaha yang disalurkan harapannya menjadi berkah,” lanjut Jastra.

Salah satu pengusaha batik Cirebon yang dibina Mandiri Syariah adalah Supriyatno (42 tahun). Supriyatno.  Supriyatno merasakan betul manfaat pembiayaan modal dari Mandiri Syariah.

“Angsurannya cukup ringan dan saya merasa lebih nyaman, karena sesuai ketentuan syariah,” ujar Supriyatno saat diwawancarai para jurnalis peserta Media Training Mandiri Syariah.

Supriyatno yang memulai usaha batiknya pada tahun 1999, dengan hanya bermodalkan delapan potong kain pemberian orangtuanya, menuturkan, bahwa pada awalnya ia menerima pembiayaan moda kerja dari Mandiri Syariah masih sebesar rp 50 juta. Sejak saat itu, Supriyatno terus berupaya memperbesar skala usahanya. Seiring dengan usaha batiknya yang semakin membesar dan maju, saat ini suntikan modal dari Mandiri Syariah untuk usaha batik Supriyatno semakin meningkat, yaitu sebesar Rp 200 juta.

Dengan bantuan pembiayaan modal kerja dari Mandiri Syariah yang diberikan secara bertahap sesuai dengan kemajuan usahanya, Supriyatno mengaku ia  terus mampu meningkatkan skala produksi usaha batiknya.

Saat ini, Supriyatno dengan dibantu 13 orang karyawannya yang rata-rata ibu rumah tangga mampu memproduksi 100 potong baju batik per harinya. Dengan jumlah produksi sebesar angka tersebut, usaha batik Cirebon dengan merek “Suci” tersebut, mampu menghasikan pendapatan usaha rutin bagi Supriyatno sekitar Rp 20 juta per bulannya.

SEVP Retail Banking Mandiri Syariah – Niken Andonowarih mengungkapkan, Mandiri Syariah berkomitmen untuk mendorong segmen UMKM dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor riil. Per September 2018, portofolio pembiayaan UMKM Mandiri Syariah sebesar 20% dari total pembiayaan. Jumlah tersebut sesuai dengan ketentuan OJK.

 

More Stories
Ketua Tim Hukum BPN Bambang Widjojanto menyerahkan berkas pendaftaran gugatan perselisihan hasil Pemilu 2019 ke Panitera MK. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Jokowi-Maruf Amin Dinilai Abuse of Power dalam Pemilu 2019