Maroko Kebanjiran Bank Syariah

Maroko langsung memiliki tujuh bank syariah menyusul disahkannya regulasi bank syariah.

Bank sentral Maroko menyetujui pengajuan pembentukan lima bank syariah dan memperbolehkan dua bank Prancis untuk menjual produk perbankan syariah. Menyusul regulasi terbaru yang membuka keran bagi pembentukan bank syariah di Maroko, sejumlah pelaku industri memang mulai menyiapkan diri untuk turut serta berperan dalam industri non ribawi ini. Bank sentral Maroko bahkan membentuk dewan pengawas syariah untuk meninjau sektor keuangan baru di negara tersebut.

Dilansir dari Al Arabiya, Rabu (4/1), sebelumnya pembentukan bank syariah di Maroko mengalami tarik ulur karena adanya kekhawatiran akan gerakan Islam radikal. Namun, karena pasar keuangan kekurangan likuiditas dan investor asing, keuangan syariah pun menjadi alternatif guna mengisi kesenjangan di pasar keuangan.

Tak heran jika bank sentral Maroko langsung kebanjiran permintaan untuk pembukaan layanan bank syariah hingga tujuh bank. Regulator menerima pengajuan dari tiga bank besar di Maroko yaitu Attijariwafa Bank, BMCE of Africa dan Banque Centrale Populaire (BCP), serta dua bank skala kecil yaitu Credit Agricole (CAM) dan Credit Immobilier et Hotelier (CIH). Selain itu, bank asal Prancis Credit du Maroc dan BMCI juga mendapat izin untuk menjual produk perbankan syariah.

Bank swasta terbesar di Maroko, Attijariwafa memperoleh izin ketika proses pembicaraan dengan rekan bank syariah masih berlangsung. Sebelumnya Managing Director Attijariwafa Ismail Douiri menyatakan, pihaknya sedang dalam tahap pembicaraan dengan Islamic Development Bank (IDB), dimana IDB akan menjadi rekan teknis dengan saham minoritas antara 10-20 persen.

Bank lainnya juga menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga keuangan. BCP memilih bersinergi dengan Guidance Financial Group, BMCE dengan Al Baraka Banking Group, dan CIH dengan Qatar International Islamic Bank. Bank BUMN Maroko CAM juga mendapat izin untuk membentuk unit syariah bersama dengan anak usaha IDB, Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD). Keduanya mengungkapkan akan menyuntik modal awal sebesar 200 juta dirham (19,7 juta dolar AS) dan selanjutnya menambah modal hingga 400 juta dirham.

Selain membuka pintu untuk pembentukan bank syariah, negara di Afrika Utara ini juga tengah bersiap menerbitkan sukuk perdananya di pasar domestik pada semester I 2017. Di sisi lain, parlemen Maroko sampai sekarang masih belum mengesahkan peraturan terkait asuransi syariah.

More Stories
Wapres Ma’ruf Amin, “Pesantren Bisa Mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional”