Suasana ibadah di Masjid ramah lingkungan pertama di Eropa, Cambridge Mosque Central. Foto: Akun Twitter @irahman
Suasana ibadah di Masjid ramah lingkungan pertama di Eropa, Cambridge Mosque Central. Foto: Akun Twitter @irahman

Masjid Ramah Lingkungan Pertama Didirikan di Eropa

Masjid ramah lingkungan pertama dibangun di Inggris. Harapannya, menginspirasi umat Islam untuk berbuat lebih banyak untuk melindungi planet ini.

Sebagai salah satu agama yang paling cepat berkembang di dunia, Islam bisa menjadi kekuatan yang kuat untuk melindungi lingkungan hidup. Antara lain dengan mulai tumbuhnya kesadaran untuk menyelamatkan linngkungan di kalangan pegiat dakwah.

Untuk menggugah itulah, Cambridge Central Mosque dibangun. Terletak di Universitas Cambridge, Inggris masjid mulai dibuka Mei lalu. Masjid yang indah ini dihiasi dengan kolom berkisi-kisi, dibalut panel surya. Masjid ini sendiri mampu menampung jamaah hingga 1000 orang.

“Masjid ini melambangkan spiritualitas komunitas Muslim, ini adalah tempat di mana mahkluk terhubung dengan Tuhannya,” kata pengurus Masjid yang juga mantan musisi, Cat Stevens sebagaimana dilansir dari Reuters (23/5).

Stevens, yang terkenal dengan lagu-lagu hit “Wild World” dan “Morning Has Broken”, menjadi Muslim pada tahun 1970-an dan sekarang dikenal sebagai Yusuf Islam. Dia mengatakan kepada Thomson Reuters Foundation bahwa umat Islam memiliki peran penting dalam upaya mengatasi krisis iklim.

“Itu (masjid) adalah bagian dari proses pendidikan ulang, menggali lebih dalam sifat Islam yang sebenarnya, untuk mengungkapkan keharmonisannya dengan keseimbangan alam semesta,” kata Stevens.

“Banyak Muslim telah melupakan ini dan tidak berkontribusi cukup untuk krisis perubahan iklim saat ini,” kata Stevens menambahkan.

Bangunan senilai 24 juta pound ini didanai sebagian besar oleh Pemerintah Turki.

Yang membuatnya menjadi ramah lingkungan antara lain, air hujan yang didaur ulang untuk mengairi kebun dan generator listrik. Masjid ini juga diklaim menghasilkan hampir nol emisi karbon.

Muslim bisa menjadi kekuatan besar melawan perubahan iklim Click To Tweet

“Al-Quran menekankan keindahan dan harmoni sebagai tanda kekuatan kreatif dan kebijaksanaan Tuhan,” kata ketua DKM yang juga Profesor Universitas Cambridge, Timothy Winter, yang juga dikenal sebagai Abdal Hakim Murad.

“Perjuangan melawan perubahan iklim dan kepunahan massal spesies bukan hanya pertanyaan praktis tentang kelangsungan hidup manusia, tetapi juga pertempuran untuk menghormati dan melindungi augerah Tuhan.”

Tampilan ruang ibadah Masjid Cambridge Mosque Central. Foto: https://cambridgecentralmosque.org
Tampilan ruang ibadah Masjid Cambridge Mosque Central. Foto: https://cambridgecentralmosque.org

Tak Perlu Lampu di Siang Hari
Langit-langit besar menerangi ruangan ibadah utama sehingga tidak ada lampu buatan yang dibutuhkan di siang hari, sementara atapnya memakai panel yang mengubah sinar matahari menjadi listrik.

Bukan hanya bangunan yang berwarna hijau, masjid ini mengikuti prinsip-prinsip Islam dalam hal perlindungan lingkungan. “Muslim bisa menjadi kekuatan yang kuat yang dapat dimobilisasi melawan perubahan iklim,” kata Shanza Ali, salah satu pendiri Aksi Iklim Muslim, sebuah kelompok advokasi di Inggris.

“Namun ini akan mengharuskan kita untuk kembali ke ajaran Islam dan kembali untuk menghargai keterampilan, ide, dan rasa hormat bahwa masyarakat akan manjaga lingkungan,” katanya.

“Proyek-proyek seperti masjid Cambridge akan menjadi penting dalam meningkatkan kesadaran dan menunjukkan kepada orang-orang bahwa ini bukan hanya masalah bagi sebagian Muslim, tetapi ini merupakan masalah yang menjadi inti keyakinan kami,” katanya.

Tampilan depan Masjid Cambridge Mosque Central. Foto: arcspace.com
Tampilan depan Masjid Cambridge Mosque Central. Foto: arcspace.com

More Stories
Deden F. Radjab dan teman-teman pada aksi 14 Juni 2019 di ke Mahkamah Konstitusi. Foto: MySharing
Curiga Pilpres Direkayasa, Netizen Buat Vlog Satire