Perbedaan Ekonomi Syariah dan Konvensional

Perbedaan Ekonomi Syariah dan Konvensional

Ah, sama saja. Seringkali kita mendengar penilaian seperti itu ketika bicara soal perbedaan ekonomi syariah dan ekonomi konvensional.  Benarkah tidak ada bedanya?

Kami coba beri ilustrasi seperti ini. Kamu membeli nasi uduk dari Si Mbok Rp5000/porsi. Modal si Mbok per porsi hanya Rp2500, artinya ia mendapat untung Rp2500. Adil? Keuntungan itu adalah pengganti upaya Si Mbok memudahkan pagi Kamu. Ia yang memasak nasi, membuka lapak, dan menungguinya agar Kamu tidak kelaparan di jalan saat berangkat beraktivitas. Inilah jual beli, yang dalam ekonomi syariah sangat dianjurkan.

Bolehkah mengambil untung, ya selama sepadan dengan kerja yang diperlukannya. Lain waktu Kamu mencoba mencari tambahan uang dengan menjual sepatu kulit ke teman. Kalau bayar tunai harganya Rp400 ribu. Kalau bayar belakangan, sebulan kemudian misalnya, jadi Rp 425 Ribu dan kalau dua bulan, menjadi Rp450 Ribu. Adil?

Tambahan sebesar Rp25 Ribu sebulan Kamu bebankan ke pembeli karena penundaan hak Kamu atas uang Rp400 Ribu. Sementara, Kamu tidak melakukan apa-apa selama sebulan atau dua bulan itu. Bandingkan dengan Si Mbok, ada kerja yang dilakukannya untuk tambahan Rp 2500/ porsi.

Salah satu nilai ekonomi syariah adalah keadilan. Beban bunga yang dikenakan kepada Kamu oleh lembaga keuangan misalnya, adalah sesuatu yang diciptakan dari udara, hampir tidak ada kerja sepadan yang dilakukan oleh si lembaga keuangan untuk tambahan itu. Apalagi ketika bunga menggelembung dan memicu krisis keuangan pribadi, karena memang laju tambah bunga selalu lebih cepat daripada laju tambah pendapatan.

Pendapatan bisa berhenti atau melambat peningkatannya, tetapi bunga selalu bertambah seiring waktu. Inilah sumber petaka krisis ekonomi, dan kesenjangan yang makin melebar dalam peradaban modern.

Belum puas? Ikuti terus konten-konten di situs ini, misalnya Kamu mau mengetahui sejarah perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Mudah-mudahan Kamu dapat menemukan jawaban yang benar-benar menjawab. Untuk sementara, Kamu juga bisa melihat video berikut ini tentang perbedaan ekonomi syariah dan ekonomi konvensional.

More Stories
iB Marcomm Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah Via Virtual Event