Ilustrasi

Mengapa Spirit 212 Harus Tetap Hidup?

Karena ada risiko terhadap keberlangsungan bangsa yang harus dimitigasi. Diawali dengan menghidupkan terus spirit 212.

Para ulama pegiat gerakan 212 berkumpul membicarakan kondisi terkini bangsa bersama para wartawan. Dikemas dalam konferensi pers GERAK Kemanusiaan, Rabu (10/7).

Salah satu pegiat GERAK Kemanusiaan, ustazah Nurdiati Akmal dari Muslimah Peduli Negeri meminta agar Prabowo dan Sandiaga Uno tidak melakukan rekonsiliasi dengan Jokowi dan Maruf Amin. Rekonsiliasi dinillai akan menyakiti hari pendukung paslon 02 pada Pilpres 2019.

Selain itu, yang tak kalah penting menurut Nurdiati adalah, hati-hati dengan komunisme gaya baru. “Ini yang kita takut. Di DPR berani mmebuat buku dan berkata dengan gamblang, anak PKI dan jadi ketua komisi IXDPR RI”, kata Ustazah Nurdiati Akmal menjelaskan.

Menurutnya, kini komunis tidak takut untuk tampil di depan publik. “Di televisi, Eva Sundari (anggota DPR RI—red) bilang anak saya cucu saya, ideologinya tidak bisa diatur”, kata Nurdiati Akmal. Ini tambah Nurdiati menunjukkan bahwa mereka memang dari awal sudah komunis dan akan terus.

Nurdiati mengingatkan, ancaman terhadap umat Islam sebagaimana dalam Alquran surat Al Anfaal ayat 30. “Menurut ahli tafsir ayat ini diawali dengan it, kalau diawali dengan it, berarti pernah terjadi di zaman Nabi dan akan terulang, ini sedang terulang”, kata Nurdiati.

Eksodus TKA China
Terkait wacana eksodus tenaga kerja asing (TKA) dan penduduk China ke Indonesia, Ketua Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), KH Slamet Maarif mengatakan, mujahid 212 siap melawan ketika terjadi ketidakadilan dengan eksodusnya orang-orang China itu. “Ketika ada ketidakadilan antara warga pendatang dengan warga asli, tentu kita akan berjuang. Yang penting ada legal standing untuk kita bergerak. Pastilah kita menolak penjajahan jenis baru”, kata KH Slamet Maarif

Mujahid 212 siap melawan ketika terjadi ketidakadilan Click To Tweet

#Spirit212
Sekjen Forum Umat Islam, Ustadz Muhammad Al Khaththath mengatakan, “212 adalah spirit, gerakan 212 adalah liillafi kalimatillah, untuk meninggikan kalimat Allah”. Oleh karena itu, mujahid 212 harus berkumpul kembali untuk menunjukkan bahwa ummat masih bersatu karena kita harus menjaga NKRI dari penguasaan asing dan aseng.

Insyallah, kata Ustadz Muhammad Al Khaththath, mujahid 212 dan pendukung gerakan 212 akan berkumpul kembali pada 2 Desember 2019.

Meski begitu, pihaknya mengaku, tetap menentang segala bentuk kecurangan, karena kita harus meninggikan kalimat Allah Swt.

GERAK Kemanusiaan sendiri adalah sebuah inisiatif gerakan masyarakat untuk mempertahankan kedaulatan rakyat, keadilan, dan kemanusiaan. GERAk Kemanusiaan dipimpin oleh Abdullah Hehamahua.

More Stories
Mandiri Syariah Sediakan Penukaran Riyal Guna Mudahkan Jemaah Haji