perang sejarah islam

Menyikapi Rencana Kemenag Hapus Materi Perang dari Kurikulum Madrasah

Fahmi Salim (Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat)

Jika Kemenag ingin menghapus kesan minor dan pandangan negatif terhadap perang jihad dalam sejarah Islam, maka bantahlah pandangan khas ala orientalis itu dengan membuat narasi cerdas mencerahkan

Republika online tertanggal 13 September 2019 menurunkan berita yang mengejutkan: https://m.republika.co.id/amp/pxrnlt320. Dikonfirmasi lagi dengan edisi koran Republika tertanggal hari Senin, 16 September 2019 di halaman 12 rubrik Khazanah.

“Kami ingin menghapuskan pandangan-pandangan orang yang selalu saja mengaitkan Islam itu dengan perang. Kita juga ingin mendidik anak-anak kita sebagai orang-orang yang punya toleransi tinggi kepada penganut agama-agama lainnya,” jelasnya.

Sebagai gantinya, akan dimasukkan materi mengenai masa-masa kejayaan Islam. Meliputi kejayaan Islam di dunia dan Indonesia.

Langkah tersebut, kata dia, dilakukan agar Islam tidak lagi dianggap sebagai agama yang selalu dihubungkan dengan perang.

Pertanyaan saya, “Apakah kejayaan Islam bisa diraih hanya dengan penguasaan iptek dan kemakmuran ekonomi dan perdagangan di dunia Islam tanpa ada kekuatan militer yang melindungi umat Islam dan capaian-capaiannya dari agresi dan gangguan negara-negara kafir?”

Apakah kejayaan Islam hanya diukur dengan indikator iptek dan ekonomi, tanpa memperhatikan aspek futuhat islamiyah (penaklukan negeri-negeri) sehingga mereka masuk ke dalam naungan cahaya Islam?

Semua bangsa dan peradaban dunia bangga dengan kekuatan militernya dan strategi cegah tangkal terhadap ancaman-ancaman eksistensial dan kedaulatannya dari ancaman luar, ini kok malah mau menghapus materi sejarah penaklukan Islam? Di mana dan bagaimana bisa masa kejayaan Islam itu dapat dihadirkan secara utuh kepada peserta didik?

Apakah rela bangsa Indonesia menghapus sejarah revolusi perang mengusir penjajah? Click To Tweet

Apakah rela bangsa Indonesia menghapus sejarah perjuangan dan revolusi perang untuk mengusir penjajah asing dari negeri ini selama berabad-abad? Dimanakah kejayaan Indonesia dan Nusantara mau diletakkan?

Jika pemerintah cq Kemenag ingin menghapus kesan minor dan pandangan negatif terhadap perang jihad dalam sejarah Islam, maka bantahlah pandangan khas ala orientalis itu dengan membuat narasi cerdas mencerahkan yang menjelaskan apa tujuan perang jihad dan praktiknya dalam tinjauan ajaran Islam yang sahih bersumber dari Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw dan Khulafa Rasyidin. Banyak referensi yang bisa dijadikan acuan menulis tentang hal ini.

Bagaimana bisa Kemenag berani mencerabut sejarah Islam dari akarnya seperti dipraktikkan oleh para sahabat dan salafussaleh? Ketika Saad bin Abi Waqqash ra berkata, “Kami dahulu mengajarkan kepada anak-anak kami sejarah peperangan Nabi seperti kami mengajarkan mereka bacaan Qur’an”. Sungguh lancang dan biadab jika para ulama membiarkan ini terjadi di dalam rumah kita, NKRI yang tegak akibat perang-perang jihad para pahlawan nasional yang terdiri dari para ulama, zuama dan kaum santri nasionalis.

Sebelum terlambat, mari kita cegah rencana tersebut sebagai bagian dari upaya liyundziruu qaumahum.

More Stories
Presiden Perdamaian Dunia atau TWPC, YM Mr Djuyoto Suntani memberikan kenang-kenangan kepada Ketua Umum FPI, KH. Shobri Lubis di sela-sela Reuni 212, Senin (2/11)
2 Desember Ditetapkan Sebagai World Ukhuwah Day