Dekan FISIF UIN Jakarta, Prof Bahtiar Effendi, pada sidang pleno KUII di Yogyakarta. foto: MUI

Partai Islam Harus Berani Rumuskan Aspirasi

Partai-partai Islam di Indonesia diharapkan bukan sekedar sebagai pelengkap, tapi harus mempunyai keberanian dan keyakinan untuk merumuskan aspirasi yang diusungnya.

Dekan FISIF UIN Jakarta, Prof Bahtiar Effendi, pada sidang pleno KUII di Yogyakarta. foto: MUI
Dekan FISIF UIN Jakarta, Prof Bahtiar Effendi, pada sidang pleno KUII di Yogyakarta. foto: MUI

Pada sidang pleno Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke VI di Yogyakarta, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Profesor Bahtiar Effendi mengungkapkan, keberadaan partai-partai Islam di Indonesia saat ini tidak lebih hanya sebagai pelengkap yang tidak memiliki keberanian dan keyakinan.

Ia menegaskan, partai Islam saat ini tidak memiliki keyakinan gagasan untuk memimpin pemerintahan. Buktinya pada pemilu 2009 dan 2014 partai-partai Islam perolehan suaranya jika digabung cukup memenuhi sarat untuk mengusung presiden.” Sayangnya, tidak dilakukan oleh partai-partai Islam Indonesia. Partai Islam tidak memiliki keberanian untuk menunjukkan kemampuannya,” kata Bahtiar, dalam rilis yang diterima MySharing, Rabu (11/2).

Partai-partai Islam saat ini, lanjutnya, tidak berani mengusung presiden yang dicalonkannya, malah justru ikut mendukung calon yang diusung oleh partai lain. Ini berarti hanya menjadi pelengkap bagi partai lain untuk dapat memenuhi syarat mengusung calon presiden. ”Ketidakberanian partai-partai Islam untuk mengusung Calon Presiden (Capres), bukan karena alasan Islami, melainkan kalkuasi politik yang sering terjadi deviasni,” tegasnya.

Partai Islam tidak mampu merumuskan aspirasi yang diusungnya. Kondisi ini sangat berbeda jauh dengan partai Islam di era tahun 50-an. Saat itu ada partai Masyumi, Nahdlatul Ulama, Syarikat Islam dan lainnya yang semuanya memiliki aspirasi. “Aspirasi mereka menjadikan Islam sebagai dasar negara,” tegasnya.

Menurutnya, saat itu keberadaaan partai bukan hanya sebagai pelengkap, sejak awal didirikan untuk menunjukkan bahwa gagasan yang lebih baik. Aspirasi politik Islam itu lebih baik untuk kepentingan Indonesia pada saat itu, sehingga tidak pernah menjadi pelengkap untuk partai lain.

Mengingat jumlah umat Islam di Indonesia sangat besar, Bahtiar pun berharap partai Islam harus memiliki keyakinan dan keberanian untuk menjadi diri sendiri, bukan hanya sekedar pelengkap.

More Stories
Aliansi Selamatkan Merah Putih Dorong MUI Serukan Masiroh Kubro