Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI. Direktur Pasca Sarjana Institute Agama Islam Sahid, Bogor
Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI. Direktur Pasca Sarjana Institute Agama Islam Sahid, Bogor

Pemahaman Dasar Ekonomi Islam

Ekonomi Islam adalah rahmatan lil alamin

Seorang Muslim wajib taat kepada Allah dan Rasul, juga ulil amri. Ketaatan ini tidak hanya dalam lingkup peribadatan, juga dalam berbagai aspek hidup kita, seperti ekonomi, budaya, sosial politik, dan sebagainya. Nah, taat kepada Allah dalam soal ekonomi, bagaimana penerapannya?

Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI., Direktur Pasca Sarjana Institut Agama Islam Sahid, Bogor kepada MySharing, Jumat (5/7) mengatakan, “Taatlah kepada Rasul dalam soal ekonomi. Dalam makna ini, kita sebagai seorang Muslim wajib melaksanakan kegiatan ekonomi berdasarkan nilai-nilai Islam, nilai-nilai yang ada di dalam Alquran dan al Hadits”.

Karena, sejatinya, orang-orang beriman dituntut untuk kaffah sebagaimana firman Allah SWT dalam  QS. Al Baqarah: 208:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

Yang artinya: “Hai orang-orang yang berimanmasuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan (kaffah)”.

Kaffah dalam Islam berarti kaffah juga dalam ekonomi. Maka, hindarilah Masyir, Riba, Gharar, Najas, Tadlis, dan sebagainya. Seperti Firman Allah Swt dalam Al-Hasyr: 7, yaitu:

وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

Yang artinya: “Dan apa saja yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kalian, maka ambillah (laksanakanlah), dan apa saja yang kalian di larang untuk mengerjakannya, maka berhentilah (tinggalkanlah)! ”

“Mulailah meninggalkan aktifitas ekonomi yang dilarang Allah dan Rasulnya. Pelarangan itu ada maksudnya, justeru menghindarkan manusia dari kemudharatan, tidak hanya untuk diri sendiri juga orang lain”, kata Misno menjelaskan.

Iapun memberikan dalil, sebagaimana Firman Allah Swt dalam QS: Al-Anbiyâ’:107, yaitu:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

yang artinya: “Tidaklah Kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam”.

Misno pun menutup, “Ekonomi syariah adalah rahmatan lil alamin. Tidak hanya bermaslahat untuk umat Islam, juga seuruh umat manusia di seluruh dunia dan alam semesta”.

 

More Stories
Proyek Pemindahan Ibukota Ibarat Proyek Reklamasi Jilid 2?