Pemimpin dan Penguasa Diimbau untuk Taubatan Nasuha

Di tengah banyaknya masalah yang dialami Bangsa ini.

Masyakat Bekasi Peduli Kemanusiaan (Mabes PEKA) menilai, “Perlu dilakukan taubatan nasuha oleh para pemimpin dan penguasa yang telah melakukan dosa kepada Allah SWT, kepada para ulama dan kepada masyarakat karena kebohongan-kebongannya serta tidak ditunaikannya janji-janjinya yang telah terucap”.

Dalam pernyataannya hari ini di Masjid Nurul Islam, Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi, Mabes PEKA  menyoroti kondisi Bangsa Indonesia yang sedang banyak mengalami ujian dan musibah dari Allah SWT. Antara lain, utang negara BUMN yang jumlahnya ribuan triliun Rupiah, bencana alam yang terjadi di mana-mana. Kebakaran hutan, gempabumi, banjir, dan tanah longsor. Semua itu mengakibatkan penderitaan dan kemiskinan di masyarakat. “Semoga ujian dan musibah ini bukan merupakan azab dari Allah SWT terhadap bangsa ini”, kata Mabes PEKA dalam siaran persnya yang diterima MySharing (31/1).

Di sisi lain, Mabes PEKA kepedulian dan bantuan para penguasa dan pejabat negara terhadap masyarakat yang terkena musibah sangat minim. Justeru, sebagian dari mereka melakukan dinilai melakukan perbuatan tercela yaitu korupsi dan penyuapan untuk melanggengkan kekuasaannya dan kerakusannya. “Inilah tragedi kemanusiaan yang terjadi di Indonesia di awal 2020”, kata Mabes PEKA menegaskan.

Selain mengimbau pemimpin dan penguasa melakukan taubatan nasuha, Mabes PEKA juga mendukung penuh pernyataan bersama FPI, GNPF Ulama dan PA 212 tentang kasus-kasus mega korupsi yang telah dirilis di Jakarta pada 23 Januari 2020.

Mabes PEKA menilai praktik krupstif yang dilakukan oleh sebagian pejabat negara dan kader partai politik serta lemahnya institusi oenegak hukum terhadap para koruptor yang berkaitan dengan penguasa merupakan bencana Nasional yang harus dilawan oleh masyarakat.

Oleh karenanya, Mabes PEKA menyatakan, “Para koruptor harus dihukum dan dimiskinkan serta fotonya disebarluaskan ke masyarakat sebagai efek jera dan sosial”.

Tak lupa, Mabes PEKA mengajak masyarakat Bekasi khususnya dan masyarakat Indonesia untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari perbutan keji para penguasa yang dzalim dan kroup. Lebih dari itu, meningatkan kepedulian kemanusiaan kepada siapapun tanpa melihat perbedaan agama, suku, dan ras sehingga persatuan dan kesatuan negeri ini senantiasa terjaga.

Para koruptor harus dihukum dan dimiskinkan Click To Tweet

More Stories
Pembiayaan BRI Syariah Meningkat Di Atas Rata-Rata Industri