Penjualan Sukuk Ritel Terbaru Capai Rp 8,44 Triliun

Sukuk Ritel SR-010 berhasil terserap dengan nilai Rp 8,44 Triliun, dengan jumlah investor sebanyak 17.922 orang.

Setelah berakhirnya masa penawaran  23 Februari sampai 16 Maret 2018, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko atas nama Menteri Keuangan menetapkan hasil penjualan dan penjatahan Sukuk Negara Ritel seri SR-010 sebesar Rp8.436.570.000.000,00 (delapan triliun empat ratus tiga puluh enam miliar lima ratus tujuh puluh juta rupiah). Demikian bunyi keterangan pers Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementrian keuangan, baru-baru ini di Jakarta.

Sukuk Negara SR-010 ini diserap oleh investor sebanyak 17.922 orang.

Sementara itu, penjualan dan penjatahan sebesar Rp 8.436.570.000.000,00 ini sedikit lebih besar dari target penjualan (kuota) awal oleh seluruh Agen Penjual sebesar Rp 8.108.000.000.000,00.

Dari 22 Agen Penjual tersebut, yang melakukan penjualan terbesar untuk kategori bank konvensional adalah PT Bank Central Asia, Tbk sebesar Rp1.369.600.000.000,00; untuk kategori bank syariah adalah PT Bank Syariah Mandiri sebesar Rp521.975.000.000,00; dan untuk kategori perusahaan sekuritas adalah PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk sebesar Rp644.535.000.000,00.

Sukuk Negara Ritel seri SR-010 ini menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased, dengan menggunakan proyek-proyek infrastruktur pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kementerian Perhubungan (99%) sebagai underlying assets.

Proyek-proyek infrastruktur pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tersebut berupa jaringan irigasi air tanah, bendungan, embung, jalan, jembatan, sistem pengelolaan drainase, sistem penyediaan air minum terfasilitasi, dan sarana penanggulangan bencana alam. Sedangkan proyek-proyek infrastruktur pada Kementerian Perhubungan berupa prasarana perkeretaapian, fasilitas pelabuhan, layanan lalu lintas dan angkutan laut, serta layanan kenavigasian dan kapasitas bandar udara.

Penjualan SR-010 menjangkau 17.922 investor di seluruh provinsi di Indonesia dengan rata-rata pembelian Rp471 juta per investor. Adapun profil investor Sukuk Negara Ritel seri SR-010 adalah sebagai berikut:

Pertama, jumlah investor terbesar berada pada kisaran pembelian Rp5 juta – Rp100 juta (43,94%) dan pada kisaran pembelian Rp105 juta – Rp500 juta (35,40%).

Kedua, jumlah investor terbesar berdasarkan wilayah berasal dari Indonesia Bagian Barat selain DKI Jakarta yaitu mencapai 56,90%. Sedangkan wilayah DKI Jakarta mencapai 32,04%, wilayah Indonesia Bagian Tengah 10,47%, dan di wilayah Indonesia Bagian Timur 0,59%.

Ketiga, jumlah investor terbesar berdasarkan kelompok profesi adalah Profesional, Pegawai Swasta, dan BUMN/Lembaga dengan persentase sebesar 32,75%.

Keempat, berdasarkan kelompok umur, jumlah investor terbesar berada pada kelompok umur 41-55 tahun, yaitu mencapai 38,26%.

Setelmen Sukuk Negara Ritel seri SR-010  dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2018 dan dicatatkan di PT. Bursa Efek Indonesia pada tanggal 22 Maret 2018. Namun karena pada Sukuk Negara Ritel seri SR-010 ini ditetapkan minimum holding period sampai dengan satu periode imbalan, maka perdagangan di pasar sekunder baru dapat dilakukan setelah tanggal 10 April 2018.

Dengan penerbitan Sukuk Negara Ritel seri SR-010 ini, maka sejak tahun 2009, Pemerintah telah menerbitkan Sukuk Negara Ritel total sebesar Rp144.776.500.000.000,00, yang menjangkau 243.364 orang investor individu.

Penerbitan Sukuk Negara Ritel ini mendapatkan apresiasi dari dunia internasional sebagai instrumen pengembangan pasar keuangan syariah dan inklusi keuangan yang efektif, serta secara signifikan berkontribusi pada pendalaman pasar keuangan di tanah air.

More Stories
Komisioner Komnas HAM
Komnas HAM Sesalkan Anak-Anak Dilibatkan dalam Aksi 21-22 Mei