Ketua Umum MUI Din Syamsudin (kiri), Kapolri Jenderal Badhrodin Haiti (tengah) dan Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah KH. H Umar Shihab (kanan), saat pertemuan di kantor MUI Pusat Jakarta, Rabu (13/5). foto:MySharing.

Perangi Terorisme, Kapolri dan MUI Perkuat Kerjasama

Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Badhrodin Haiti bertemu dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin, di kantor MUI Pusat Jakarta, Rabu (13/5). Dalam pertemuan itu disepakati kerja sama memerangi terorisme dan radikalisme yang muncul di Indonesia.

Ketua Umum MUI Din Syamsudin (kiri), Kapolri Jenderal Badhrodin Haiti (tengah) dan Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah KH. H Umar Shihab (kanan), saat pertemuan di kantor MUI Pusat Jakarta, Rabu (13/5). foto:MySharing.
Ketua Umum MUI Din Syamsudin (kiri), Kapolri Jenderal Badhrodin Haiti (tengah) dan Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah KH. H Umar Shihab (kanan), saat pertemuan di kantor MUI Pusat Jakarta, Rabu (13/5). foto:MySharing.

Dalam silaturahminya, Kapolri Badhrodin Haiti, mengatakan, banyak hal yang harus dikerjasamakan antara ulama dan polisi. Misalnya, terorisme, suatu masalah besar bangsa yang tidak akan begitu saja selesai setelah para terorisnya diadili, karena terkait pemikiran dan ideologi.

Menurutnya, polri mungkin bisa menjelaskan ayat dalam Al-Qur’an yang berkaitan dengan masalah jihad, tapi pasti tidak dipercaya oleh pihak radikal.”Saya sudah yakin itu tidak dipercaya. Tapi kalau ulama yang menyampaikan pasti dipercaya. Makanya ini wajib dikerjasamakan karena tidak bisa Polri bekerja sendiri,” tegas Badhrodin.

Masalah terorisme dan radikalisme tidak cukup dilakukan penegakan hukum, tapi harus ada tindakan pendekatan, dan ulama sangat berperan memberikan pencerahan.”Tugas ulama dan polisi sama, hanya pendekatan berbeda. Polisi gunakan pendekatan kekuasaan, kalau ulama pendekatan dahwah,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, silaturahmi yang mempertemukan pihak ulama dengan Polri ini, harus pula dapat digunakan mencari solusi tidak hanya menangkal masalah terorisme dan radikalisme, tetapi juga masalah sosial dan akhak anak bangsa ke tujuan hidup yang lebih baik. Karena kalau tidak, generasi muda Indonesia akan tergerus oleh dekadensi moral dan hidup dalam situasi kebendaan seperti sekarang ini.

Masalah narkoba dan prostitusi yang belakangan terungkap, menurut dia, juga penting untuk diselesaikan. Diharapkan dapat bekerja sama dengan para ulama dalam menjaga moral bangsa untuk melakukan pencegahan dan pencegahan praktek prostitusi yang sangat memprihatinkan terkait pengungkapan kasus prostitusi online yang melibatkan artis dan pejabat negara. Selain itu, masalah kekerasan, pornografi, ISIS, peperangan di Timur Tengah, konflik Sunni-Syiah, harus bahas dengan dikerjasamakan mencari solusi terbaik.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Din Syamsuddin mengatakan penjajakan kerja sama antara Polri dengan Ormas Islam perlu, mengingat ada titik persamaan fungsi keduanya sebagai pelindung, pengayom masyarakat walau dengan perbedaan pada pendekatan. “Silaturahmi ini diharapkan melahirkan titik temu bagi kemaslahatan umat,” ujarnya.

 

More Stories
Makruf Amin Akan Diganti?