Personal Corporatehood

crowdsourcingPerusahaan bisa kolaps, tetapi manusianya tidak. Individu berkualitas mampu bangkit dan meraih kesuksesan. Berbasis saling percaya, integritas, dan proyeksi pendapatan, model baru crowdfunding ditawarkan. Alih-alih membiayai perusahaan, investor mulai tertarik membiayai individunya.

Jika Anda seorang insinyur sipil di Florida, Amerika Serikat (AS), berusia 27 tahun dan bergelar master, maka sepuluh tahun dari sekarang, Anda akan berpenghasilan sekitar USD 180 ribu per tahun. Saat ini penghasilan Anda per tahun adalah USD 110 ribu, berarti ada kenaikan USD 70 ribu dalam sepuluh tahun, atau rata-rata USD 7000 per tahun.

Jika Anda cukup percaya diri, silakan mengiklankan diri Anda di Pave (http://pave.com) dan berharap ada angel investor yang akan mendukung Anda. Benefitnya, Anda dapat mengumpulkan uang dari para pendukung itu yang dapat digunakan untuk pengembangan karir, biaya sekolah, modal usaha, bahkan membayar utang. Cuma, Anda harus siap untuk menyetor minimal 4% dari pendapatan Anda tiap bulannya kepada para pendukung tersebut.

Ini adalah model pembiayaan gotong royong (crowdfunding) yang cukup menarik perhatian dunia usaha rintisan (startup). Kevin Roose dari majalah New York (http://nymag.com) menulis artikel panjang tentangnya: “The IPO of You and Me: How Normal People Are Becoming Corporations”.

Artikelnya dibuka dengan kalimat memikat: “What do Twitter, Berkshire Hathaway, and your best friend Dave have in common? Pretty soon, you might be able to buy stock in all three”. Ya, model bisnis keuangan memang terus berevolusi. Jika dulu hanya korporasi yang dapat menjual saham, sekarang individu pun bisa. Salah satu individu yang telah melantai di Wall Street, tulis Kevin Roose adalah bintang NFL, Arian Fooster.

Dibantu oleh agensinya, Fantex, Arian Fooster menjual saham berjenis “tracking stock” di bursa. Dengan saham itu, Fooster akan mendapat setidaknya USD 10 Juta dengan hanya menjual 20% dari pendapatannya di masa depan kepada investor. Sayang, saham Fooster kemudian dibekukan karena harganya jatuh menyusul cedera yang dialaminya sehingga keikutsertaannya di musim berikut NFL masih belum pasti.

More Stories
BNI Syariah Salurkan Pembiayaan Wakaf Pertama dengan Agunan Imbal Hasil CWLS