Pertumbuhan yang Bukan Melulu Soal Angka

[metaslider id=597]

Akademisi terus mengingatkan, pertumbuhan industi berbasis syariah harus berindikator kebermanfaatan untuk semua.

Lagi, Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) digelar. Kali ini giliran Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah menjadi tuan rumah perhelatan besar tersebut. Perhelatan yang menjadi acuan pemikiran ekonomi dan keuangan syariah Tanah Air.

Meski wacana soal kebermanfaatan untuk semua, sesuai dengan tujuan syariah (Maqashid Syariah) sudah sering dikemukakan, kali ini secara lebih serius dilembagakan dalam sebuah forum akademisi tingkat Nasional.

FREKS yang disponsori Bank Indonesia (BI) ini pada 2013 mengangkat tema “Revitalisasi Maqashid Syariah dalam Sistem Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Mampu Berdaya Saing Tinggi di Pentas Nasional, Regional dan Global”, forum riset ini menentukan 24 finalis paper terbaik. Para finalis pun tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga Malaysia.

Ironisme Moslem Majority
Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam – Bambang PS Brodjonegoro dalam momen ini mengatakan, tema penting dari penyelenggaran forum riset ekonomi dan keuangan syariah adalah tidak hanya menyajikan penelitian bermutu berstandar internasional, tetapi juga hasilnya bisa mendorong pengembangan dunia syariah di Indonesia. Bambang menyebutkan suatu ironi negara yang mayoritas penduduknya Muslim, tapi dalam konteks industri keuangan syariahnya belum menjadi nomor satu.

“Ini tentu ironis karena jumlah penduduk seharusnya berkorelasi dengan aktivitas keuangan karena itu menjadi tugas kita semua untuk membuktikan bahwa selain penduduk muslim terbesar, Indonesia punya bisnis perbankan syariah yang terbesar di dunia dan menjadi rujukan dari bisnis sejenis yang ada di negara lain,” cetus Bambang, bersemangat.

More Stories
Strategi OVO Tingkatkan Inklusi Keuangan Digital Indonesia