Ilustrasi Pilkada 2020
Ilustrasi Pilkada 2020

Pilkada 2020 Bagi Umat Islam

Deden F. Radjab, Pengamat Politik/ Mantan Komisioner KPU Jakarta Timur

Sebagai mayoritas di negeri ini, umat Islam berhak untuk menang di Pilkada 2020. Begini caranya!

Deden F. Radjab, Pengamat Politik/ Mantan Komisioner KPU Jakarta Timur
Deden F. Radjab, Pengamat Politik/ Mantan Komisioner KPU Jakarta Timur

Sistem Demokrasi di Indonesia adalah suatu sistem yang amat sangat liberal karena semua kemungkinan bisa saja terjadi terutama bagi mereka yang mempunyai modal kapital yang kuat untuk memenangkan kontestasi.

Berdasarkan pengalaman pada pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres)mulai 2004 juga Pilkada serentak, maka pada umumnya yang memenangkan kontestasi adalah mereka yang memiliki kekuatan finansial yang cukup besar hanya beberapa daerah saja yang tidak mengeluarkan biaya besar dari paslon karena berbagai alasan.

Untuk Pilkada serentak 2020 setelah pasca Pemilu 2019 maka hendaknya rakyat wabilkhusus Umat Islam harus lebih baik dalam mempersiapkan para bakal calon agar bisa merebut dan meraih kemenangan.

Pada Pemilu 2019 yang lalu kita bisa melihat begitu gamblang dan merasakan bagaimana pelaksanaan setiap tahapan pemilu yang mengharubiru. Apabila pada Pilkada 2020 umat Islam tidak mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik maka yang didapatkan hanya kekecewaan yang semakin tidak ada obatnya untuk itu mulailah menata apa saja yang diperlukan untuk maju dalam kontestasi nanti.

Langkah-langkah umat Islam dalam menghadapi kontestasi Pilkada 2020 adalah sebagai berikut:

1. Jangan mau terkooptasi oleh oligarki partai politik yang menyodorkan Paslon apalagi Paslon yang tidak kita kenal dan tidak punya kompetensi sebagai pemimpin umat. Apalagi, jika yang bersangkutan hanya hasil dari pemolesan/ pencitraan maka sebaiknya tidak perlu kita dukung apalagi dipilih.
2. Umat Islam harus bersatu dalam menentukan bakal Paslon kepala daerah, jika memungkinkan ajukan bakal Paslon melalui jalur perseorangan seperti pada pasal 41 UU no. 10 tahun 2016 tentang Pilkada.
3. Umat Islam wajib memanfaatkan euforia kekecewaan rakyat karena penetapan hasil Pemilu 2019 dengan menggalang suara dari:
Suara dari barisan emak-emak militan
a. Suara dari relawan-relawan militan
b. Suara dari Milenial yang menginginkan perubahan
c. Suara dari orang-orang yang berakal sehat dan membenci segala bentuk kecurangan
d. Perhimpunan Alumni 212
e. GNPF U
f. FPI
g. Mantan pendukung Prabowo-Sandi
4. Melakukan penggalangan dana bagi kemenangan umat Islam untuk membiayai Paslon potensial dari kalangan umat Islam.
5. Segera mengadakan Ijtima Ulama baik tingkat nasional maupun untuk tingkat lokal dalam menentukan bakal Paslon Kepala Daerah
Mengingat tahapan Pilkada 2020 sudah akan memasuki bulan September 2019 maka harus sesegera mungkin melakukan persiapannya dan jangan terlena oleh hal-hal yang memang disengaja untuk mengalihkan perhatian umat Islam dari persiapan Pilkada serentak sementara itu mereka telah menyiapkan segala sesuatunya secara detail.

Harap diingat bahwa:
a. Paslon yang kuat dan hebat tidak bisa memenangkan kontestasi apabila timnya lemah.
b. Paslon yang lemah dan buruk bisa memenangkan kontestasi karena timnya yang solid.
c. Paslon yang baik dan bagus tapi miskin akan dikalahkan oleh Paslon yang kaya dan yang menguasai lapangan.

Umat Islam akan semakin terpuruk jika lalai dan mengabaikan persiapan untuk menghadapi proses tahapan Pilkada 2020 dan akan menjadi suatu penyesalan yang tak ada obatnya seperti halnya hasil Pilpres 2019.

Umat Islam akan semakin terpuruk jika lalai di Pilkada 2020 Click To Tweet

Sistem yang dibangun dan dibuat untuk melaksanakan penyelenggaraan pemilu (Pilpres, Pileg dan Pilkada) adalah oleh KPU dan Bawaslu.
Lalu kalau kita skeptis dan apatis apalagi tidak mau terlibat maka mereka para kaum komunis, liberal, sekuler, pluralisme, LGBT, Syiah dan lain sebagainya akan berpesta pora lalu umat Islam akan semakin termarjinalkan.

Itu yang memang mereka harapkan dengan semakin skeptisnya umat Islam maka akan semakin mudah menguasai negeri yang indah ini.
Saran bagi umat Islam adalah:
1. Rebut dan masuk menjadi penyelenggara pemilu.
2. Tampilkan tokoh yang berbobot, kompeten dan berkualitas untuk menjadi Kepala Daerah yang kelak bisa menjadi tokoh nasional.
3. Bersatu padu sebagai umat Islam seperti halnya sedang sholat dengan merapatkan shaf/barisan serta mengikuti imam yang baik dan benar bukan imam su’u.
4. Ajak dan ajarkan kepada masyarakat bahwa keikutsertaan peran masyarakat umat Islam dalam memilih adalah merupakan kewajiban dalam memilih pemimpin yang akan membawa kemaslahatan umat Islam.
5. Galang dana melalui ZIS guna memenangkan kontestasi pemilu untuk mendukung pemimpin Muslim.
6. Jangan merasa kalah sebelum bertanding apalagi sampai skeptis dan apatis. Lawan sampai batas kemampuan yang kita miliki.
7. Awasi tingkah laku (behavior dan attitude ) para penyelenggara dan lakukan pendekatan melalui jalur kultural oleh para tetua adat di daerah masing-masing agar mereka “bisa” lebih “fairplay” dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

Umat Islam bersatu, rakyat sejahtera dan maju! Click To Tweet

More Stories
Andy Azisi Amin (Ketua Iluni UI dan Pembina Pesantren Mahasiswa YKM FEUI)
Peran Tokoh Islam dalam Pembentukan Konstitusi Negara