Konferensi Pers Hijrah Fest, sebuah event kaum muda Muslim yang menyerukan hijrah total kepada syariah. Foto: Panitia HijrahFest
Konferensi Pers Hijrah Fest, sebuah event kaum muda Muslim yang menyerukan hijrah total kepada syariah. Foto: Panitia HijrahFest

Potensi Pemuda Muslim dalam Meningkatkan Pertumbuhan Perekonomian Islam Indonesia dengan Gaya Hidup Halal

Oleh: Aisyah As-Salafiyah Mahasiswa Semester 4 Prodi Hukum Ekonomi Syariah STEI Tazkia Bogor

Aisyah As-Salafiyah (Mahasiswa Semester 4 Prodi Hukum Ekonomi Syariah STEI Tazkia Bogor)
Aisyah As-Salafiyah (Mahasiswa Semester 4 Prodi Hukum Ekonomi Syariah STEI Tazkia Bogor)

Berbicara tentang perekonomian Islam di Indonesia, khususnya industri halal tengah menjadi pembahasan yang hangat akhir-akhir ini, masyarakat Muslim mulai menyadari pentingnya status kehalalan suatu produk, label halal menjadi salah satu indikator preferensi utama dalam menentukan pilihan.

Hal ini merupakan akibat dari meningkatnya literasi masyarakat tentang fundamental ekonomi Islam, yaitu menjadikan Islam sebagai way of life, jalan hidup yang mengatur segala aspek hidup, termasuk di dalamnya kehidupan berekonomi dan bermasyakat.

Dalam kancah global sendiri, laju pertumbuhan industri halal meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dari 7,5% pada tahun 2015 menjadi lebih dari 8% pada tahun 2016 dan diperkirakan akan terus meningkat ke depannya.

Pasar industri halal di Indonesia, khususnya sektor makanan halal, travel, fashion, dan obat-obatan serta kosmetik halal telah mencapai sekitar 11% dari pasar global pada tahun 2016.

Kinerja ekonomi dan keuangan syariah juga memperlihatkan pertumbuhan yang pesat. Pada tahun 2016, volume industri halal global mencapai 4,15 triliun dolar AS dan diperkirakan akan meningkat mencapai 6,78 triliun dolar AS pada tahun 2022, di mana Indonesia merupakan pangsa terbesar bagi produk industri halal tersebut.

Pada 2016, volume pasar makanan halal di Indonesia mencapai 169,7 miliar dolar AS. Kondisi ini menunjukkan besarnya potensi pasar Indonesia bagi produk halal.

Industri halal dunia diperkirakan akan memiliki aset hingga USD 6,78 triliun pada 2022 Click To Tweet

Global Islamic Economy Report (GIER) 2016-2017 memerkirakan belanja muslim global untuk produk halal mencapai 1,9 triliun dolar AS pada pertengahan dasawarsa ke 2 abad milenium. Meningkat ketimbang tahun sebelumnya, sekitar 1,8 triliun dolar AS.

Industri halal di Indonesia belum diterapkan secara maksimal, padahal Indonesia adalah negara dengan konsumen terbesar produk makanan halal dunia dengan nilai ekonomi mencapai 197 miliar dolar AS. Ironisnya, Indonesia sendiri masih berada di peringkat 10 dalam pasar Industri halal dunia. Peringkat pertama dipegang oleh Malaysia yang sekarang ini sedang mengembangkan industri halalnya secara masif. Hasilnya, pelaku industri mengamini bahwa segmen ekonomi syariah tengah tumbuh tinggi. Setali tiga uang, hal senada juga terjadi pada pemuda.

Halal Guys, franchise makanan halal yang tenar di Amerika Serikat, mulai merambah dunia. Foto: HalalGuys
Halal Guys, franchise makanan halal yang tenar di Amerika Serikat, mulai merambah dunia. Foto: HalalGuys

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, Indonesia akan menikmati era bonus demografi pada tahun 2020-2035. Pada masa tersebut, jumlah penduduk usia produktif diproyeksi berada pada grafik tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang sebesar 297 juta jiwa.

Hasil survey dari mayoritas generasi yang lahir pada era 1980 hingga 2000 tersebut merespon positif wacana ekonomi syariah. Harus diakui, pemuda adalah generasi yang menentukan masa depan dan wajah bisnis global. Pasalnya, populasi pemuda di dunia saat ini diperkirakan mencapai 2 miliar jiwa. Sebanyak 86 persen tinggal di negara berkembang dan diperkirakan akan menguasai 50 persen dari total angkatan kerja pada tahun 2020.

Populasi pemuda di dunia saat ini diperkirakan mencapai 2 miliar jiwa Click To Tweet

Generasi pemuda muslim tentu saja memiliki peran kritikal terhadap pembangunan ekonomi syariah. Jika digerakkan dengan baik, industri halal yang kini didominasi oleh pemuda seharusnya bisa jadi peluang untuk Indonesia. Apalagi Indonesia menetapkan target tinggi peringkat 1 Industri Halal dunia pada tahun 2020.

Industri halal yang sangat potensial ini hanya dapat diwujudkan dengan mengoptimalkan peran pemuda Muslim. Sebagai seorang Muslim, syarat untuk menjadi seseorang yang beruntung salah satunya adalah harus mampu menjadikan hari ini lebih baik dari kemarin dan besok lebih baik dari hari ini dalam segala aspek, tak terkecuali gaya hidup.

Para pemuda saat ini sangat cepat responsnya terhadap perubahan akibat dari derasnya curahan informasi dari berbagai media, jika tidak memiliki prinsip pegangan yang kuat, pemuda Muslim akan mudah terseret dengan gaya hidup barat yang penuh hedonisme dan sekularisme.

Membumikan gaya hidup halal merupakan salah satu solusinya, dimulai dari menghalalkan segala sesuatu yang dipilih dari kebutuhan. Lebih selektif dalam mengonsumsi makanan dan minuman halal yang tersertifikasi, kosmetik dan obat-obatan halal, memilih destinasi pariwisata halal, memindahkan akun bank konvensional ke bank syariah hingga fesyen yang halal sesuai syariat.

Konsumsi bagi pemuda Muslim, tinggalkanlah hal-hal yang syubhat Click To Tweet

Konsumsi bagi seorang pemuda Muslim juga sedapat mungkin meninggalkan hal-hal yang syubhat dan belum diketahui dengan jelas kehalalannya, gaya hidup halal secara sempurna dapat diusahakan salah satunya dengan meninggalkan perkara abu-abu, yang masih belum dapat dipastikan hukumnya, jadi jika ada alternatif lain yang sudah terbukti kehalalannya, jangan ragu untuk memilihnya.

Jika Indonesia yang saat ini menempati posisi pertama dalam peringkat jumlah populasi Muslim di dunia mampu produktif, dalam artian, selain menjadi konsumen produk halal, juga ikut berkiprah dalam mekanisme pasar, menjadi produsen, mengolah uang ummat dengan bijak, maka kita dapat mewujudkan kemaslahatan ekonomi Indonesia, karena sebaik-baik harta adalah yang berada di tangan seorang Muslim.

Ilustrasi Muslim berdaya
Ilustrasi Muslim berdaya. Foto: Getty Images

Pemuda Muslim akan menjadi pemimpin Indonesia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali dan dinasihati untuk senantiasa menjaga identitas Muslimnya, salah satunya dengan membiasakan gaya hidup halal sesuai syariat, baik sebagai konsumen ataupun produsen.

Kita berharap, pemerintah terus memberikan dukungan penuh kepada lembaga perindustrian halal dan para pemuda Muslim dengan himbauan untuk terus menggaungkan gaya hidup halal sesuai Syariah yang dapat membantu memaksimalkan potensi besar industri halal Indonesia dan bonus demografi Indonesia untuk menyongsong masa depan perekonomian Islam yang lebih baik, InsyaAllah.

More Stories
BRI Syariah Fasilitasi Dewan Masjid Layanan Digital