Prospek Fintech Syariah di Indonesia Sangat Cerah

Prospek perkembangan industri fintech syariah di Indonesia sangat cerah. Hal itu dikarenakan  jumlah penduduk Muslim di Indonesia yang sebagai mayoritas, dan kesadaran  masyarakat menggunakan jasa keuangan syariah kini semakin meningkat.

Hal tesebut diungkapkan Wakil Ketua Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) – Jamil Abbas baru-baru ini dalam sebuah diskusi mengenai fintech syariah di Jakarta.

“”Fintech syariah akan melengkapi bank syariah. Selain itu, fintech syariah juga bisa dimanfaatkan guna memaksimalkan penghimpunan dan pengelolaan Ziswaf (Zakat, infaq, shodagoh dan wakaf),” ujar Jamil Abbas. 

Menurut Jamil Abbas, fintech syariah juga bisa menumbuhkan budaya berinvestasi dan entrepreneurship pada masyarakat di tanah air.  

“Dengan  peer to peer landing saat ini telah menjadi bagian dari gaya hidup bagi masyarakat, dan pertumbuhan keuangan syariah yang meningkat, maka fintech syariah akan bisa berkembang dengan pesat,” lanjut Jamil Abbas.

Jamil lalu memberikan contoh, Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) yang baru berdiri pada Februari 2018, saat ini sudah memiliki 43 anggota fintech syariah yang terdiri dari beragam sektor, mulai dari bidang bisnis, akademik, partner, dan user.

Meski begitu, lanjut Jamil, industri fintech syariah juga memiliki beberapa tantangan yang musti segera diantisipasi, antara lain; Pertama, regulasi yang ada. Karena regulasi yang ada saat ini masih perlu diperkuat. Berikutnya yang kedua,  literasi fintech syariah masih belum optimal. Selanjutnya yang ketiga, persaingan teknologi.  Dan keempat,  masih kurangnya sinergi antar lembaga keuangan syariah.

Selain itu, menurut Jamil, yang tak kalah penting adalah penguatan kompetensi SDI di industri fintech syariah.

Kalau semua tantangan itu bisa diatasi, Jamil Abbas merasa yakin, pertumbuhan industri fintech syariah di Indonesia akan semakin pesat.

More Stories
BNI Syariah Ramaikan Halal Park Bandara Soetta